Ini Kata Dokter, Telapak Tangan Gampang Keringetan Punya Penyakit

Berita Harian Dnid Jakarta. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa telapak tangan yang mudah berkeringat merupakan salah satu tanda adanya masalah pada jantung. Apakah anggapan tersebut benar secara medis?

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Deddy Hermawan Susanto, SpJP(K), FIHA., FAsCC., FAPSC., dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terkait tangan yang sering basah karena berkeringat berhubungan dengan penyakit jantung tidaklah benar.

Menurutnya, tangan atau telapak tangan yang mudah berkeringat umum terjadi pada banyak orang. Hal ini karena hiperhidrosis yang mungkin disebabkan karena cuaca panas, stres, bahkan rasa cemas.

“Tangan suka keringatan berhubungan dengan sakit jantung sebenarnya mitos. Kalau suka keringetan di tangan itu karena metabolismenya tinggi. Sebenarnya tidak ada berkaitan langsung dengan penyakit jantung,” terang dr Deddy.

Melansir dari Mayo Clinic dan Healthline, rabu (15/1/25), hiperhidrosis bisa terjadi pada tangan, kaki, ketiak, atau wajah. Banyak faktor yang dapat memengaruhi hal ini, selain lingkungan yang panas, olahraga, hingga merasa cemas atau stres.

Meskipun hanya sekadar keluar keringat pada tubuh, hiperhidrosis juga perlu mendapatkan pertolongan serius ketika menunjukkan beberapa tanda seperti pusing, lalu nyeri di dada, tenggorokan, rahang, lengan, bahu, kulit terasa dingin, hingga denyut nadi cepat.

Penggunaan antiperspiran bisa dipilih untuk menghentikan keringat yang berlebih di area tubuh, termasuk tangan. Antiperspiran bekerja dengan cara mengurangi kelembapan.

Tak hanya itu, bisa menggunakan baking soda atau soda kue karena bersifat basa. Bahan ini dapat mengurangi keringat dan membuat keringat menguap dengan cepat. Campurkan beberapa sendok teh soda kue dengan air hingga membentuk pasta. Gosokkan pasta tersebut ke tangan selama sekitar lima menit, lalu cuci.

Simpan Gambar:

Rabu, 15 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: admin

Sumber Berita: Dokter RI

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah
Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?
Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum
Butuh Oralit Saat Puasa? Dokter: Cukup Air Putih Saja!
Menkes Soroti Kenaikan Kasus Siswa Berpikir Bunuh Diri, Butuh Upaya Pencegahan di Keluarga dan Sekolah
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Senin, 13 April 2026 - 20:22 WITA

Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Rabu, 1 April 2026 - 18:10 WITA

Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:24 WITA

Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:20 WITA

Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:25 WITA

Butuh Oralit Saat Puasa? Dokter: Cukup Air Putih Saja!

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:45 WITA

Menkes Soroti Kenaikan Kasus Siswa Berpikir Bunuh Diri, Butuh Upaya Pencegahan di Keluarga dan Sekolah

Berita Terbaru