Bahaya Pneumonia Untuk Bayi, Apa itu Pneumonia?

DNID.co.id – Pneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang bisa menyerang bayi. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai organisme, seperti bakteri, virus, atau jamur, yang masuk ke dalam paru-paru.

Bayi baru lahir biasanya terinfeksi organisme ini setelah melewati jalan lahir ibu atau bersentuhan dengan organisme penyebab di rumah sakit. Seperti apa ciri infeksi paru paru pada bayi?

Virus dan bakteri yang menjadi penyebab infeksi paru paru pada bayi biasanya menyebar melalui percikan liur (droplet) dari batuk maupun bersin pengidapnya.

Pneumonia, sebagai salah satu jenis infeksi paru yang menyerang bayi, kerap terjadi melalui penyebaran darah ataupun anak terkena sesaat setelah dilahirkan.

Dilansir dari berbagai sumber, (12/3/25), berikut sederet ciri infeksi paru-paru pada bayi, antara lain:

1. Pilek

Sebagian besar kasus pneumonia menyebabkan masalah infeksi pada saluran pernapasan atas. Sebagai akibatnya, jalan napas mengalami iritasi dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya ditandai dengan kondisi pilek.

2. Batuk

Hidung, faring (tenggorokan bagian atas), dan laring adalah sistem pernapasan atas. Infeksi pneumonia biasanya menyerang sistem pernapasan atas yang menyebabkan gangguan pada tenggorokan, sehingga muncul gejala batuk.

3. Demam

Gejala infeksi paru-paru berikutnya yaitu demam, sebagai bentuk pertahanan imun tubuh akan serangan infeksi. Jika Si Kecil sesak napas dan muncul gejala pada paru-paru, Ini Dokter Spesialis Paru yang Bisa Dihubungi untuk bantu perawatannya.

4. Mengi

Gejala-gejala yang disebutkan di atas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi penyakit lain. Namun, gejala mengi bisa menjadi pembedanya yang membuatnya spesifik merujuk pada infeksi paru-paru.

Bayi yang mengalami infeksi paru-paru akan akan mengalami kesulitan bernapas atau kerap disebut mengi.

Simpan Gambar:

Kamis, 13 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Jumat Bersih, Bupati Bantaeng Keliling dan Turun Langsung Bersihkan Lingkungan
Pemkab Padang Pariaman Relokasi Puskesmas Sintuk ke Lokasi Lebih Aman dari Banjir
Dinkes Padang Pariaman Klarifikasi Kematian Pasien, Disebabkan Komplikasi Atonia Uteri Pascapersalinan
Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah
Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:17 WITA

Jumat Bersih, Bupati Bantaeng Keliling dan Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 - 04:51 WITA

Pemkab Padang Pariaman Relokasi Puskesmas Sintuk ke Lokasi Lebih Aman dari Banjir

Sabtu, 18 April 2026 - 04:38 WITA

Dinkes Padang Pariaman Klarifikasi Kematian Pasien, Disebabkan Komplikasi Atonia Uteri Pascapersalinan

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Senin, 13 April 2026 - 20:22 WITA

Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Rabu, 1 April 2026 - 18:10 WITA

Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:24 WITA

Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Pemkab Sinjai Memulai Tahapan Pilkades Antarwaktu di Empat Desa

Senin, 20 Apr 2026 - 22:21 WITA

Serba-Serbi

POROS 98 Desak Prabowo Bubarkan BGN dan Hentikan Program MBG

Senin, 20 Apr 2026 - 20:53 WITA