Dinkes Padang Pariaman Klarifikasi Kematian Pasien, Disebabkan Komplikasi Atonia Uteri Pascapersalinan

Padang Pariaman, DNID Sumbar – Dinas kesehatan Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang pasien pascaoperasi di RS Aisyiyah Pariaman. Berdasarkan hasil penjelasan dari pihak rumah sakit, kematian pasien disebabkan oleh komplikasi Medis berupa Atonia Uteri, salah satu kondisi kegawatdaruratan dalam bidang obstetri.

Direktur RS Aisyiyah Pariaman, dr. Tri Wijayanto, MARS, FISQua, menjelaskan bahwa pasien mengalami perdarahan beberapa jam setelah operasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh atonia uteri, yaitu kegagalan rahim untuk berkontraksi setelah persalinan, yang dapat memicu perdarahan hebat dan mengancam nyawa.

Tim medis, lanjutnya, telah melakukan penanganan sesuai dengan standar profesi dan prosedur operasional yang berlaku. Penanganan awal dilakukan melalui terapi medikamentosa menggunakan obat uterotonika guna merangsang kontraksi rahim. Namun, karena tidak memberikan respons yang kuat, tindakan dilanjutkan dengan prosedur operatif berupa relaparotomi sebagai upaya maksimal untuk menghentikan perdarahan.

Seiring dengan kondisi pasien yang membutuhkan perawatan intensif lanjutan, pihak rumah sakit kemudian melakukan rujukan ke RSUD Padang Pariaman sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Efriyeni, M.Kes, menyampaikan bahwa pasien telah mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan, termasuk transfusi darah serta pemantauan intensif di ruang ICU. Meski telah dilakukan berbagai upaya maksimal, pasien yang menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 22 jam tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak RS Aisyiyah Pariaman menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan standar profesi dan prinsip penyelamatan nyawa (life-saving). Kematian pasien disimpulkan sebagai akibat komplikasi medis berupa Syok Hemoragik berat yang dalam kondisi tertentu tidak selalu dapat dicegah.

Sementara itu, Ketua POGI Sumatera Barat, dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG Subsp. Urogin Re, menegaskan bahwa tenaga medis yang menangani pasien telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Dalam kondisi kegawatdaruratan seperti ini, langkah yang diambil tenaga medis sudah tepat. Dokter telah bekerja sesuai SOP, dan dalam situasi serupa, tenaga medis lainnya juga akan melakukan tindakan yang sama,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis kepada tenaga kesehatan yang kompeten serta memahami bahwa kondisi kegawatdaruratan obstetri memiliki risiko tinggi yang tidak selalu dapat dihindari.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 18 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Al Nahyan

Editor: Redaksi Sumbar

Sumber Berita: Dinas Kominfo Padang Pariaman

Penanggung Jawab: Sang Bijuangsa

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit
Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor
Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal
Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien
LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar
Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:15 WITA

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28 WITA

Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:47 WITA

LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:02 WITA

Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA