KMP Sulsel Geruduk Polda, Tuntut Keadilan Transparansi Dugaan TPPO Warga Gowa

Makassar, DNID.co.id – Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat dan Pemuda (KMP) sulsel, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan,Kota Makassar, Senin siang (25/8/2025).

Dengan menggunakan mobil bak terbuka dan membawa pengeras suara serta spanduk berisikan tuntutan, mereka menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat warga Kabupaten Gowa bernama sainuddin (40).

Kasus yang menjerat warga Gowa ini mencuat ke permukaan hingga viral di media sosial, ketika Sainuddin bersama sejumlah keluarganya hendak berangkat ke Negeri Jiran Malaysia melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, pada Minggu 25 Mei 2025 lalu.

Alih-alih berangkat ke Negeri Jiran Malaysia, namun nasib berkata lain, Sainuddin ditangkap oleh aparat kepolisian setempat, hingga di tahan sampai saat ini.

Jenderal Lapangan KMP Sulsel, Rachmat Hidayat SH., menuding aparat kepolisian melanggar prosedur saat menangkap Sainuddin. Ia menilai penetapan tersangka dilakukan tanpa surat perintah yang sah.

” Kami menuntut keadilan dan transparansi atas kasus yang menjerat Sainuddin. Bebaskan Sainuddin dari kriminalisasi. Dia hanya seorang ayah yang ingin menghidupi keluarganya,” tegas Rachmat di hadapan awak media, Senin siang (25/8/2025).

Dalam aksinya,  ia juga mendesak Kapolri, Kompolnas, dan Divisi Propam Mabes Polri untuk mengevaluasi aparat yang diduga menyalahgunakan kewenangan.

Ia menilai, prosedur penangkapan, pemeriksaan, hingga penyitaan Dokumen berupa Paspor dan tiket pesawat yang dilakukan polsek Bandara dan Polda Sulsel tidak sesuai aturan KUHAP.

” Penanganan perkara dan penetapan tersangka ini tidak berdasarkan hukum dan merugikan harkat martabat warga negara,” sambungnya.

Aksi ini mendapatkan pengawalan puluhan aparat kepolisian, usai berorasi bergantian, pengunjuk rasa di temui oleh pihak polda sulsel, Kasubdit IV Renakta Ditkrimum Polda Sulsel, Kompol Zaky, SH., M.Si.,untuk berdialog.

Dalam dialognya, Kompol Zaky, SH., M.Si.,menegaskan penanganan perkara telah sesuai prosedur.

“Kami menetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti. Ada pihak lain yang berstatus DPO berinisial S yang membantu pemberangkatan ke Malaysia dan pengurusan paspor,” jelas Zaky.

Meski demikian, keluarga Sainuddin tetap menilai penangkapan tersebut janggal. Adik Sainuddin, MA (31) mengungkapkan mereka ditangkap oleh dua perempuan tidak dikenal bersama enam pria, dua diantaranya berseragam polisi.

” Tidak ada surat perintah na kasi lihat, kami hanya ditanya-tanya dengan nada gertak. Lalu kami dibawa ke Polsek Bandara,”ungkap MA.

Lanjut kata MA, mereka  itu keluarga, termasuk seorang bayi, ditahan dua hari satu malam di Polda Sulsel sebelum dipulangkan, sementara Sainuddin tetap di tahan hingga kini.

“Kata salah satu polisi, kakak saya ditahan dulu satu-dua minggu. Tapi sampai sekarang belum dilepas. Kami kecewa karena kakak saya tidak bersalah, mana ada kakak mau jual adiknya, apalagi ikut bawa anak kandungny,” tegas MA.

MA berharap Kapolda Sulsel turun tangan lansung agar kakaknya dibebaskan.

Kasus ini memicu sorotan publik karena menyangkut dugaan pelanggaran prosedur aparat dalam penanganan TPPO.

Usai berdialog,  pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib, danberjanji akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum yang adil bagi Sainuddin.

Simpan Gambar:

Senin, 25 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim

Editor: Kingzhie

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April
Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura
Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut
Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’
Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat
Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas
Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga
Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:28 WITA

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WITA

Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura

Kamis, 16 April 2026 - 21:46 WITA

Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut

Kamis, 16 April 2026 - 19:16 WITA

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’

Kamis, 16 April 2026 - 08:56 WITA

Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WITA

Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WITA

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Berita Terbaru