Komisi III DPR Rudianto Lallo Tidak Setuju lnstitusi Polri di Bawah Kementerian

JAKARTA– Berita Harian Dnid.co.id-Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo mengatakan tidak setuju jika institusi Polri berada di bawah Kementerian Dalam Negeri seperti yang diusulkan Anggota Komisi II dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus.

“Kami di Komisi III, khususnya dari Fraksi NasDem, menyatakan tidak setuju usulan Deddy Sitorus itu,” kata Rudianto Lallo saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Senin (2/12/2024).

Sebelumnya, Deddy menjelaskan alasan PDI Perjuangan mengusulkan agar Polri ditempatkan di bawah Kemendagri karena banyaknya masalah di internal Polri.

Dia menyebut, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri memisahkan TNI dan Polri pada tahun 2000 agar Polri bisa mandiri dalam melayani masyarakat.

Usulan Deddy tersebut, menurut Rudianto Lallo,bertentangan dengan amanah reformasi dan tidak sesuai konstitusi.

Ia menilai, pihak yang mengusulkan posisi kepolisian di bawah TNI atau Kemendagri adalah keliru dan menyesatkan.

Alasan Rudianto, pemisahan Polri dengan TNI merupakan amanah reformasi.

“Wacana itu adalah kemunduran, sesat dan menyesatkan. Pemisahan Polri dengan TNI itu adalah amanah reformasi.

Karena Polri adalah alat negara, maka harus ada di bawah presiden.

Menempatkan Polri di bawah TNI atau Kemendagri, bagi kami bertentangan dengan konstitusi,” ujar dia.

Terlebih lagi, kata Rudi, amanah reformasi semestinya dijaga, dan posisi Polri saat ini berada di bawah Presiden sudah sesuai konstitusi dan sudah sesuai dengan kondisi hari ini. “Pasal 30 ayat 4 menempatkan Polri sebagai alat negara.

Polri didudukkan sebagai alat negara yang tugasnya mengayomi, melindungi, melayani dan penegakan hukum.

Karena alat negara, ya sejatinya di bawah presiden. Alat negara harus di bawah kendali kepala negara,” ujarnya.

Simpan Gambar:

Senin, 2 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Alfiano

Editor: Andi.P

Sumber Berita: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga
Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang
​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat
​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta
Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda
Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WITA

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga

Senin, 13 April 2026 - 21:23 WITA

Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WITA

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang

Senin, 13 April 2026 - 20:18 WITA

​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat

Senin, 13 April 2026 - 19:48 WITA

​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta

Senin, 13 April 2026 - 16:34 WITA

Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda

Minggu, 12 April 2026 - 15:14 WITA

Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA