Ruang Belajar di SD Negeri 29 Batu Lintang Nanga Kayan Rusak Parah, Butuh Perhatian Pemerintah
SD Negeri 29 Batu Lintang
Melawi DNID.co.id-Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Batu Lintang Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh sangat memprihatinkan.
Pantauan Dailynewsindonesia.co.id di lokasi, terlihat atap dan plafon yang rusak bahkan nyaris roboh. Kursi dan meja banyak yang rusak, bahkan banyak pintu ruangan kelas yang berlubang. Lantai sekolah itu juga jauh dari kata layak dan dinding-dinding kebanyakan berlembab.
Salah satu tenaga pengajar di SDN 29, mengatakan, pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan masalah ini ke Dinas Pendidikan, anggota dewan dan instansi terkait lainnya. “Namun sampai sekarang permohonan kami agar SD ini diperbaiki belum juga terlaksana,” katanya.
Kondisi seperti itu telah terjadi bertahun-tahun, dan hingga kini belum ada satu pihak pun yang turun tangan. Pemerintah dinilai melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut.
Menurut dia, dengan kondisi bangunan sekolah yang seperti itu, kegiatan belajar mengajar jadi terganggu. Tenaga pengajar di sana khawatir tiba-tiba atap atau plafon rubuh dan menimpa anak-anak di dalam kelas.
Ia berharap kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta pemerintah pusat untuk memperhatikan persoalan infrastruktur sarana dan prasarana sekolah agar segera dibangun.
“Kasian anak-anak, kami harap pemerintah memperhatikan dan semoga secepatnya dibangun itu saja permohonan saya,” ujarnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Ruang Belajar di SD Negeri 29 Batu Lintang Nanga Kayan Rusak Parah, Butuh Perhatian Pemerintah
SELASA, 18 FEBRUARI 2025
Melawi DNID.co.id-Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Batu Lintang Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh sangat memprihatinkan.
Pantauan Dailynewsindonesia.co.id di lokasi, terlihat atap dan plafon yang rusak bahkan nyaris roboh. Kursi dan meja banyak yang rusak, bahkan banyak pintu ruangan kelas yang berlubang. Lantai sekolah itu juga jauh dari kata layak dan dinding-dinding kebanyakan berlembab.
Salah satu tenaga pengajar di SDN 29, mengatakan, pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan masalah ini ke Dinas Pendidikan, anggota dewan dan instansi terkait lainnya. "Namun sampai sekarang permohonan kami agar SD ini diperbaiki belum juga terlaksana," katanya.
Kondisi seperti itu telah terjadi bertahun-tahun, dan hingga kini belum ada satu pihak pun yang turun tangan. Pemerintah dinilai melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut.
Menurut dia, dengan kondisi bangunan sekolah yang seperti itu, kegiatan belajar mengajar jadi terganggu. Tenaga pengajar di sana khawatir tiba-tiba atap atau plafon rubuh dan menimpa anak-anak di dalam kelas.
Ia berharap kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta pemerintah pusat untuk memperhatikan persoalan infrastruktur sarana dan prasarana sekolah agar segera dibangun.
“Kasian anak-anak, kami harap pemerintah memperhatikan dan semoga secepatnya dibangun itu saja permohonan saya,” ujarnya.