Beredar Rekaman Diduga Suara lnisial R Mengaku Bayar Oknum Polisi Rp 5 Juta Kasus Balapan Liar di Bantaeng

Dnid Bantaeng-Beredar Rekaman suara inisial R Kasus dugaan ‘bayar polisi’ dalam kasus balap liar di Desa Layoa, Kec.Gantarangkeke, Kab. Bantaeng, Saptu 15 Maret 25.

“Memasuki babak baru. R alias RMl, si terduga pelaku balap liar bersama dengan Kapolsek Pajukukang menggelar konfrensi pers, Mapolres Bantaeng, Rabu (12/03/2025).

“Iya, saya konferensi pers tadi dengan menghadirkan Ramli, termasuk yang punya kebun, pak desa juga hadir, untuk mengklarifikasi pemberitaan tersebut,” ujar Kapolsek Pajukukang saat kami hubungi melalui telepon whatsapp, Rabu (12/03/2025).

Dalam konferensi pers tersebut, R membantah telah memberikan Rp5 juta ke salah satu oknum polisi. Tak sampai disitu, R juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai oleh wartawan.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Pajukukang bahwa R membantah telah diwawancarai oleh wartawan

“Iya, betul”, ujar Kapolsek.

Perlu diketahui bahwa jurnalis Dnid sudah mengkonfirmasi Narsumber inisial R, jurnalis tersebut tidak mungkin berani mengangkat sebuah pemberitaan.

Tanpa adanya proses wawancara dengan narasumber, terlebih dalam kasus ini secara terang kami menyebutkan salah satu oknum Polsek Pajukukang diduga telah meminta dan diberi uang Rp5 juta oleh R.

Terdapat empat buah rekaman percakapan wawancara kami dengan R yang mengungkapkan peristiwa yang dialami.

Selain itu, terdapat satu buah rekaman percakapan kami dengan orang yang mengaku keluarga R berinisial JA.

Pertama kali mewawancarai R melalui telepon whatsapp pada Minggu, 9 Maret lalu. Pada saat itulah R pertama kali mengungkapkan kepada kami kejadian yang ia alami.

Tiga rekaman percakapan kami dengan R pada tanggal 10 Maret, di antaranya keterangan R yang membantah klarifikasi Kapolsek, keterangan R kembali menegaskan bahwa dirinya betul dimintai uang oleh oknum polisi E Alias SN, dan permintaan R untuk take down berita.

Selain itu, dihari yang sama, terdapat satu buah rekaman percakapan kami dengan orang yang mengaku keluarga Ramli berinisial JA.

Usai viral, JA sempat menghubungi kami dan meminta agar pemberitaan kami yang memuat keterangan Ramli bisa di take down/di turunkan.

Dua hari berselang, R bersama Kapolsek Pajukukang menggelar konfrensi pers untuk mengklarifikasi pemberitaan yang Dnid angkat. Bahkan, dalam konferensi pers tersebut, R juga membantah telah memberikan keterangan kepada kami.

Dari rentetan peristiwa tersebut serta dari informasi lebih lanjut, kuat dugaan bahwa isi dari konfrensi pers tersebut telah dibuatkan skenario/dipola sedemikian rupa untuk meredam isu dugaan ‘bayar polisi’ dalam kasus balap liar yang terjadi.

Terpisah Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendi, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp secara tegas mengatakan bahwa akan menindak tegas oknum ‘polisi nakal’ di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

“ Yang pasti siapapun anggota Polri yg melanggar peraturan disiplin, kode etik maupun pidana akan kita proses,” tegas Zulham Efendi, Rabu (12/03/2025).

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 15 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Admin

Sumber Berita: Inisial R dan Kapolsek Pajukukang

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Disiksa hingga Tewas, Keluarga R Pertanyakan Penangkapan Polda Sulsel dan Sebut Ada Santunan Rp4 Juta
Keluarga Minta Autopsi Jenazah R, Oknum Polisi Sebut Wajib Bayar 80 Juta
Lubang di Kepala, Kaki Bocor, Hingga Pertanyakan Larangan Polda Sulsel Melihat Jenazah di RS Bhayangkara
Curi Mesin Air Senilai Rp6 Juta, Dua Pria di Bantaeng Berhasil Diringkus Polisi
Gagal Bawa Kabur Kabel Tol, Dua Pria di Makassar Diringkus Polsek Tallo
Teknisi Asal Makassar Ditangkap Polisi Jeneponto Usai Bawa Kabur Perangkat Tower Senilai Puluhan Juta
Polres Jeneponto Periksa Kadis Disdikbud Bantaeng dan Istrinya, Buntut DPO Penyiraman Air Cabe Ditangkap di Rumahnya
Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka
Berita ini 278 kali dibaca
Beredar Percakapan Inisial R Asal Bantaeng Mengaku Bayar Oknum Polsek Rp 5 Juta Kasus Balapan Liar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Diduga Disiksa hingga Tewas, Keluarga R Pertanyakan Penangkapan Polda Sulsel dan Sebut Ada Santunan Rp4 Juta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Keluarga Minta Autopsi Jenazah R, Oknum Polisi Sebut Wajib Bayar 80 Juta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WITA

Lubang di Kepala, Kaki Bocor, Hingga Pertanyakan Larangan Polda Sulsel Melihat Jenazah di RS Bhayangkara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Curi Mesin Air Senilai Rp6 Juta, Dua Pria di Bantaeng Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:30 WITA

Gagal Bawa Kabur Kabel Tol, Dua Pria di Makassar Diringkus Polsek Tallo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Teknisi Asal Makassar Ditangkap Polisi Jeneponto Usai Bawa Kabur Perangkat Tower Senilai Puluhan Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:09 WITA

Polres Jeneponto Periksa Kadis Disdikbud Bantaeng dan Istrinya, Buntut DPO Penyiraman Air Cabe Ditangkap di Rumahnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Keluarga Minta Autopsi Jenazah R, Oknum Polisi Sebut Wajib Bayar 80 Juta

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:36 WITA