Akhiri Pertaruhan Nyawa Anak Sekolah, Brimob Bangun Jembatan Gantung 90 Meter di Soppeng

Personel Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sulsel bersama warga bergotong royong membangun pondasi jembatan gantung penghubung tiga desa di Kecamatan Marioriwawo, Soppeng

Personel Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sulsel bersama warga bergotong royong membangun pondasi jembatan gantung penghubung tiga desa di Kecamatan Marioriwawo, Soppeng

Akses anak sekolah yang selama ini bergantung pada sampan kini terbantu setelah Personel Batalyon C Pelopor Brimob Polda Sulsel turun langsung membangun jembatan gantung penghubung tiga desa.E

Soppeng, Dnid.co.id — Harapan anak-anak di pelosok Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan akses transportasi sekolah yang aman akhirnya mulai terwujud.

Diketahui selama ini, mereka harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai hanya demi bisa menimba ilmu.

Kini, impian itu mulai berubah menjadi kenyataan setelah Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel turun langsung membantu warga membangun jembatan gantung di wilayah terpencil tersebut.

Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut Polri atas atensi Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selama bertahun-tahun, akses warga dan anak-anak sekolah hanya mengandalkan sampan sederhana. Tak jarang aktivitas mereka terhambat saat debit air sungai meningkat.

Kondisi itu mendorong Brimob dan masyarakat bergerak cepat. Pembangunan jembatan dimulai Ahad (30/11/2025) sejak pagi hingga sore hari.

Lokasinya di Kampung Lakellu, Dusun Walattasi, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Soppeng.

Jembatan gantung itu nantinya akan menghubungkan tiga desa sekaligus: Desa Watu, Desa Marioritenggae, dan Desa Marioriaja.

Panjang 90 Meter Lebih, Digarap Gotong Royong

Proyek jembatan gantung ini digarap secara gotong royong. Personel Batalyon C Pelopor dikerahkan sebanyak 15 orang dipimpin Ipda Taufiq (Wadanki 3 Batalyon C Pelopor).

Mereka bekerja bersama tiga personel Tim Vertikal Rescue Indonesia serta masyarakat setempat.

Brimob juga mengerahkan satu unit kendaraan Rantis SAR, satu set tenda regu, dan berbagai peralatan pendukung lainnya.

Jembatan berukuran lebih dari 90 meter ini diproyeksikan rampung dalam waktu dua pekan.

Kehadirannya menjadi solusi transportasi layak bagi warga yang selama ini harus berenang atau memakai ban untuk menyeberang sungai.

Gotong royong ini menjadi bukti kepedulian aparat terhadap daerah yang masih minim infrastruktur dasar.

Dengan adanya jembatan, akses menuju sekolah maupun aktivitas harian warga bisa lebih aman dan cepat.

Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam membantu mengatasi kesulitan warga.

“Personel sementara bekerja. Mohon doanya agar pekerjaan berjalan lancar. Ini bukti dan dedikasi nyata Brimob selalu ada untuk masyarakat,” kata Kombes Ridwan, Senin (1/12/2025).

Kepala Desa Watu, Rusdi, menyampaikan apresiasi atas aksi cepat Batalyon C Pelopor yang turut membangun jembatan demi keselamatan warganya.

“Alhamdulillah, sangat membantu dengan hadirnya Brimob. Ini meringankan beban masyarakat dalam membangun jembatan gantung,” ucapnya.

Sinergi antara Polri dan masyarakat ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang, terutama dalam peningkatan akses pendidikan dan kesejahteraan warga di pelosok Soppeng.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 2 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo
Aspirasi Syukuri UU Perlindungan Ketenagakerjaan Telah Disahkan 
Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital
Gerak Cepat Lapas Makassar Lakukan Asesmen terhadap 332 WBP, Ada Apa?
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WITA

Diduga Kebal Hukum! Aktivitas AW alias BES Pengumpul Solar Subsidi Masih Lancar, Polres Bone Dinilai Tutup Mata, Berlindung di A serta Dimodali Bombong Pemilik Tangki PT. Katana Wajo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WITA

Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:45 WITA

Gerak Cepat Lapas Makassar Lakukan Asesmen terhadap 332 WBP, Ada Apa?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Wabup Bone Sentil Kades, Jangan Copy-Paste APBDesa, Temuan Pemeriksaan Bukan Aib Tapi Harus Segera Ditindaklanjuti

Berita Terbaru