Jeneponto, dnid.co.id — Pelayanan medis di UPT RSUD Lanto Dg. Pasewang, Kabupaten Jeneponto, menuai sorotan setelah keluarga korban kecelakaan lalu lintas mengeluhkan gangguan alat rontgen yang menghambat proses pemeriksaan lanjutan terhadap pasien,
Korban berinisial N.S. mengalami luka patah pada bagian betis kanan akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Mallombassang, depan Masjid Besar Allu, Kecamatan Bangkala, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Korban kemudian dibawa ke UPT RSUD Lanto Dg. Pasewang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun hingga petang menjelang Salat Magrib, keluarga mengaku belum mendapatkan pemeriksaan rontgen sebagaimana dijanjikan pihak rumah sakit.
Ibu korban, S., mengungkapkan bahwa dirinya sudah berada di rumah sakit sejak pukul 15.00 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya di sini dari jam 3 sore. Itu saja diinfus dan dikasi perban kakinya,” ujar S.
Menurutnya, pihak rumah sakit sempat menjanjikan akan melakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulang korban. Namun hingga pukul 21.00 Wita, keluarga justru diminta menunggu dengan alasan alat rontgen mengalami gangguan.
“Janjinya mau dirontgen, tapi masalahnya jam 9 malam disuruh menunggu. Katanya error alat rontgennya,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat pihak keluarga khawatir terhadap kondisi korban yang mengalami dugaan patah tulang. S. pun mengaku berencana memindahkan anaknya ke rumah sakit lain demi mendapatkan penanganan lebih cepat.
“Saya mau kasi pindah ini anakku supaya dapat tindakan yang lebih cepat,” tegasnya.
Mirisnya, peristiwa ini terjadi bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) UPT RSUD Lanto Dg. Pasewang yang ke-36. Rumah sakit tersebut baru saja menggelar berbagai perlombaan di halaman rumah sakit sebagai bagian dari perayaan.
Bahkan setelah rangkaian acara resmi selesai, sejumlah pegawai rumah sakit masih terlihat melanjutkan aktivitas hiburan dengan berkaraoke hingga menjelang waktu magrib. Situasi ini dinilai kontras dengan kondisi pelayanan pasien yang justru terkendala akibat gangguan fasilitas medis vital seperti alat rontgen.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Lanto Dg. Pasewang, dr. St. Pasriany, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya gangguan pada alat rontgen di rumah sakit tersebut.
“Karena rontgen memang bermasalah. Kami sedang menunggu teknisi. Untuk sementara pasien yang butuh rontgen akan kami layani dengan CT Scan,” ujar dr. St. Pasriany.
Kondisi ini pun kembali menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana medis, khususnya peralatan penunjang seperti rontgen, yang sangat vital dalam penanganan pasien gawat darurat dan korban kecelakaan lalu lintas.
Penulis : Dito
Editor : Redaksi Sulawesi Selatan
Sumber Berita : Keluarga Pasien & Dirut RS
Penanggung Jawab : Ir.Herman Maddaung































