Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, Kemenkes Lakukan Pemantauan dan Pencegahan
Jakarta, DNID.co.id — Jumlah kasus flu jenis Influenza A dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah Indonesia (05/02/26). Tidak hanya di Indonesia, lonjakan serupa juga terjadi di beberapa negara Asia, termasuk Malaysia, Jepang, dan Thailand.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, Thailand mengalami kenaikan signifikan dengan lebih dari 700.000 kasus influenza dan 61 kematian. Sementara itu, di Indonesia belum ada data rinci terkait wilayah yang mencatat jumlah kasus tertinggi.
Mengutip data WHO melalui sistem FluNet, Kementerian Kesehatan menyebut bahwa virus Influenza A varian H3N2 menjadi faktor dominan meningkatnya kasus gangguan pernapasan dalam beberapa bulan terakhir. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus musiman yang diperburuk oleh perubahan cuaca ekstrem serta tingginya kelembapan udara.
Meskipun terlihat umum, flu jenis Influenza A dengan subtipe H3N2 dapat menjadi berbahaya karena memiliki kemampuan bermutasi cepat, sehingga berpotensi melahirkan strain baru yang kebal terhadap sistem kekebalan tubuh. Gejalanya cenderung lebih berat dibandingkan jenis influenza lain, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, hingga berisiko menimbulkan komplikasi pneumonia.
Apabila gejala yang dialami tergolong ringan seperti flu biasa atau demam, penanganan dapat dilakukan dengan istirahat cukup dan konsumsi obat pereda gejala seperti parasetamol, ibuprofen, atau obat flu. Dalam kondisi normal, pengidap gejala biasanya akan membaik dalam jangka waktu 7 hingga 10 hari.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, Kemenkes Lakukan Pemantauan dan Pencegahan
KAMIS, 5 FEBRUARI 2026
Jakarta, DNID.co.id -- Jumlah kasus flu jenis Influenza A dilaporkan meningkat dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah Indonesia (05/02/26). Tidak hanya di Indonesia, lonjakan serupa juga terjadi di beberapa negara Asia, termasuk Malaysia, Jepang, dan Thailand.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, Thailand mengalami kenaikan signifikan dengan lebih dari 700.000 kasus influenza dan 61 kematian. Sementara itu, di Indonesia belum ada data rinci terkait wilayah yang mencatat jumlah kasus tertinggi.
Mengutip data WHO melalui sistem FluNet, Kementerian Kesehatan menyebut bahwa virus Influenza A varian H3N2 menjadi faktor dominan meningkatnya kasus gangguan pernapasan dalam beberapa bulan terakhir. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus musiman yang diperburuk oleh perubahan cuaca ekstrem serta tingginya kelembapan udara.
Meskipun terlihat umum, flu jenis Influenza A dengan subtipe H3N2 dapat menjadi berbahaya karena memiliki kemampuan bermutasi cepat, sehingga berpotensi melahirkan strain baru yang kebal terhadap sistem kekebalan tubuh. Gejalanya cenderung lebih berat dibandingkan jenis influenza lain, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, hingga berisiko menimbulkan komplikasi pneumonia.
Apabila gejala yang dialami tergolong ringan seperti flu biasa atau demam, penanganan dapat dilakukan dengan istirahat cukup dan konsumsi obat pereda gejala seperti parasetamol, ibuprofen, atau obat flu. Dalam kondisi normal, pengidap gejala biasanya akan membaik dalam jangka waktu 7 hingga 10 hari.