Polres Morowali Bongkar Arena Judi Sabung Ayam Bahodopi, Publik Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum APH

Oknum APH (dalam lingkaran) diduga terlibat perjudian sabung ayam di Bahodopi. (Foto:Istimewa)

Oknum APH (dalam lingkaran) diduga terlibat perjudian sabung ayam di Bahodopi. (Foto:Istimewa)

Morowali, DNID.co.id – Usai ramai diberitakan di sejumlah media, jajaran Polres Morowali Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) bergerak cepat melakukan penegakan hukum (GAKUM) terhadap praktik perjudian Sabung ayam di wilayah Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Rabu (18/2/2026).

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Morowali AKP Rustang, SH., MH., bersama Kasat Intelkam Iptu Radyanto dan Kapolsek Bahodopi Ipda Ewaldo Tasmi, S.TrK. Kegiatan ini turut melibatkan personel gabungan TNI dan Polri.

Dalam keterangan rilis resminya, Polres Morowali menegaskan bahwa penindakan tersebut merupakan langkah preventif dan represif guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Di lapangan, aparat tidak hanya melakukan pembongkaran arena, tetapi juga memusnahkan sarana sabung ayam agar tidak dapat digunakan kembali. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat.

Kapolres Morowali melalui rilisnya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan serta pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga sebagai penyelenggara maupun yang terlibat dalam aktivitas perjudian tersebut.

Namun, di balik langkah tegas itu, muncul sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mengapresiasi tindakan aparat, tetapi tak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitas dan keseriusan penindakan.

Salah seorang warga Bahodopi, Anto (40), mengaku heran dengan hasil operasi tersebut. Pasalnya, menurut dia, arena sabung ayam yang selama ini dikenal ramai justru tampak lengang saat dilakukan penindakan.

“Pada saat kemarin operasi penindakan hukum yang dilakukan mengapa begitu sepi dan tidak ada satu pun tersangka,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan komitmen aparat dalam memberantas praktik perjudian yang disebut-sebut telah berlangsung lama di wilayah itu.

“Jadi pertanyaan kemudian, apakah kepolisian benar-benar serius melakukan penindakan atau sebatas formalitas semata untuk menggugurkan kewajiban?,” katanya penuh tanya.

Menurut Anto, sudah menjadi rahasia umum bahwa arena sabung ayam di Bahodopi beroperasi cukup lama dan nyaris tanpa hambatan berarti. Bahkan, ia menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

“Padahal, sudah menjadi rahasia umum, jika ada sejumlah oknum Aparat Penegak Hukum yang terlibat dan bahkan terpantau berada saat judi sabung ayam berlangsung,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung nama pemilik arena yang biasa dikenal dengan sebutan “papa kembar”, yang disebut-sebut sebagai sosok di balik operasional sabung ayam tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat pun berharap penindakan tidak berhenti pada pembongkaran arena semata, tetapi juga menyentuh aktor-aktor utama yang diduga terlibat, sehingga praktik perjudian serupa tidak kembali berulang.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 21 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ardi Tojeng

Editor: Daeng Sunu

Sumber Berita: Siaran Pers Humas Polres Morowali dan Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA