Diduga Gelapkan Rp25 Juta, Oknum polisi Polda sulsel Terancam Dilaporkan ke Propam
Gowa, DNID.co.id – Dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan seorang oknum anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) kembali menjadi sorotan. Seorang warga Kabupaten Gowa, Hari Erlangga (44), mengaku mengalami kerugian hingga Rp25 juta setelah mempercayakan pengurusan dana kepada polisi berinisial KDR.
Namun, alih-alih mendapatkan bantuan, dana tersebut justru diduga masuk ke rekening pribadi KDR dan hingga kini belum dikembalikan.
Hari mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali dijanjikan pengembalian uang, namun janji tersebut tak kunjung terealisasi.
“Saya dijanjikan setelah lebaran, kemudian saya dijanjikan lagi akhir Maret kemarin, tapi hingga sekarang tidak ada pengembalian sepersen pun danaku iye,” ucap Hari kepada DNID.co.id, Kamis (2/4/2026).
Merasa tidak ada itikad baik, Hari kini berencana mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus tersebut ke Propam Polda Sulsel.
“Segera saya akan laporkan ke Propam Polda Sulsel, supaya ada efek jera iye bagi KDR,” tegasnya.
Menurut penuturan Hari, peristiwa ini bermula pada Januari 2026. Saat itu, ia meminta bantuan HDR untuk menguruskan dananya sebesar Rp25 juta.
Namun, ia terkejut setelah mengetahui dana tersebut justru masuk ke rekening pribadi HDR tanpa sepengetahuannya.
“Setelah HDR komunikasi, dia dikirimi dana saya sebesar Rp25 juta, tapi napake rekeningnya sendiri tanpa sepengetahuan saya,” jelasnya.
Setelah dana masuk di rekening HDR, Hari mengaku langsung meminta agar uang tersebut dikembalikan padanya. Sayangnya, hingga kini permintaan itu belum dipenuhi.
“Setelah masuk dananya, saya bilang ‘ki transfer balik pak ke nomor rekening ku’, tapi sampai saat ini dia belum transfer itu uang. Alasannya terpotong otomatis di BRInya (HDR),” ungkap Hari.
Ia juga menyebut telah beberapa kali menerima janji pengembalian, termasuk sejak awal Februari. Namun hingga memasuki April, dana tersebut belum juga dikembalikan.
“Kejadiannya sekitar bulan Januari, dan saya pernah dijanjikan sejak tanggal 2 bulan Februari, namun hingga kini belum na kembalikan. Selaluji na janji ka,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, KDR belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat respons.
Sementara Propam Penyidik Propam Polda Sulsel sudah Mengatahui dan kordinasi dengan korban, kami saat ini sudah lakukan konfirmasi bersangkutan inisial KDR
Kasus ini pun menuai perhatian publik, mengingat dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam tindakan yang merugikan masyarakat.
























