Terdakwa Bantah BAP di Sidang Kasus Tewasnya Sopir Angkot di Bulukumba, JPU Beri Tanggapan

terdakwa saat menggunakan rompi oranye. (IST)

terdakwa saat menggunakan rompi oranye. (IST)

Bulukumba,Dnid.co.id – Sidang kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang sopir angkutan umum, S (41), di Pengadilan Negeri Bulukumba berlangsung penuh dinamika.

Terdakwa, Sukmawati, membuat pernyataan mengejutkan di hadapan majelis hakim dengan membantah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya dibuat oleh penyidik kepolisian.

Dalam persidangan, Sukmawati menyatakan bahwa isi BAP tersebut bukan merupakan keterangannya, meskipun ia telah menandatangani dokumen tersebut saat proses penyidikan di Polres Bulukumba.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai sikap terdakwa yang membantah keterangan dalam BAP sebagai hal yang disayangkan. Pasalnya, dokumen tersebut merupakan bagian penting dari proses hukum yang telah melalui prosedur resmi.

Meski demikian, majelis hakim terus menggali keterangan terdakwa dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Setelah didalami lebih lanjut, terdakwa akhirnya mulai mengakui sebagian isi keterangannya yang sebelumnya dibantah.

Majelis hakim juga mengingatkan terdakwa untuk bersikap jujur selama persidangan demi mengungkap fakta yang sebenarnya, meskipun dalam tahap tersebut terdakwa belum berada di bawah sumpah.

Sementara itu, Marlina, istri korban, berharap proses persidangan berjalan transparan dan adil. Ia meminta majelis hakim memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan terdakwa yang telah menyebabkan meninggalnya suaminya.

“Saya berharap majelis hakim memberikan hukuman seberat-beratnya dan proses ini berjalan secara terbuka demi keadilan,” ujarnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan lanjutan guna mengungkap secara utuh kronologi peristiwa tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 11 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Abhu

Editor: LIN/Redaksi

Sumber Berita: wawancara

Penanggung Jawab: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan
Polsek Panakukkang Ungkap Dua Kasus Pencurian, Pelaku Jampang Ditangkap
Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu
Berita ini 408 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:18 WITA

Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WITA

Polsek Panakukkang Ungkap Dua Kasus Pencurian, Pelaku Jampang Ditangkap

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:52 WITA

Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Terpancing Live TikTok, Pemuda Bawa Senapan Angin Hendak Ikut Tawuran di Makassar, Polisi Amankan 7 Orang

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA