Massa Aksi Klaim Dianiaya Petugas Lapas dan Warga Binaan

Gowa,DNID.co.id – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPH) di depan Lapas Kelas IIA Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Senin sore. Kericuhan terjadi usai massa aksi dan petugas terlibat saling dorong di area pintu masuk lapas.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa peserta aksi berlarian menghindari pukulan. Sejumlah orang berpakaian dinas lapas hingga berpakaian kaos putih tampak ikut dalam kerumunan saat pembubaran berlangsung.

Juru Bicara AMPH, Alif Fajar, menuding ada warga binaan yang ikut keluar dari area lapas dan terlibat dalam aksi pemukulan terhadap demonstran. Ia mengaku beberapa rekannya mengalami luka serius akibat insiden tersebut.

“Ada korban yang mengalami luka di bagian rahang dan kepala. Kami menduga ada warga binaan yang ikut melakukan penganiayaan,” ujar Alif, Selasa (26/5/2026).

Pihak AMPH mengaku telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Gowa agar diproses secara hukum.

“Kami meminta adanya investigasi menyeluruh terkait keterlibatan oknum petugas maupun warga binaan dalam pembubaran aksi,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa atau Lapas bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPH), Senin (25/5/2026).

Kericuhan tersebut disebut dipicu tindakan anarkis sejumlah massa aksi yang melakukan perusakan terhadap fasilitas milik negara di area depan lapas. Situasi memanas sekitar pukul 15.00 Wita ketika demonstrasi berlangsung di pintu utama lapas.

Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenimipas, Rika Aprianti, menjelaskan massa aksi datang tanpa menyampaikan surat pemberitahuan resmi kepada aparat kepolisian setempat.

Menurutnya, kondisi mulai tidak terkendali saat beberapa peserta aksi melakukan tindakan perusakan. Sejumlah fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan akibat lemparan benda keras dan benturan kendaraan roda dua.

“Massa melakukan tindakan yang membahayakan keamanan lapas dan masyarakat sekitar, termasuk melempari kaca bangunan dan membakar ban di depan area lapas,” ujar Rika dalam keterangannya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 26 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA