Polisi Ungkap Penipuan Proyek Fiktif Dengan Kerugian Korban Hampir Satu Miliar Rupiah

Pangkalpinang,Dnid.Co.Id — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pangkalpinang membongkar kasus dugaan penipuan dan penggelapan bernilai fantastis yang menyeret seorang wiraswasta berinisial Fiki Arhumba (39). Pria yang mengaku sebagai Direktur Utama PT Arthaa Lima Tujuh itu diduga menipu seorang petani asal Bangka Barat hingga merugi Rp950 juta, melalui skema kerja sama proyek fiktif yang dijanjikan menggiurkan.

Kasus ini dilaporkan oleh Budi Irawan (48), warga Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, setelah merasa uang ratusan juta rupiah yang ia setorkan tak kunjung kembali. Pengungkapan dilakukan pada Sabtu, 25 /04/2026, setelah penyidik mengantongi bukti transaksi dan keterangan saksi.

“Benar, kami telah mengungkap dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan modus kerja sama proyek. Korban mengalami kerugian hampir satu miliar rupiah,” ujar salah satu penyidik Satreskrim Polresta Pangkalpinang.

Peristiwa bermula pada Jumat, 20 September 2024, ketika tersangka mendatangi rumah korban dan menawarkan kerja sama bisnis pemasangan papan reklame di 127 titik yang tersebar di lima provinsi. Dalam tawaran tersebut, tersangka menjanjikan keuntungan sebesar 10 persen dalam waktu singkat.

Tergiur iming-iming keuntungan, korban kemudian mendatangi kantor PT Arthaa Lima Tujuh di kawasan Selindung Baru, Pangkalpinang, keesokan harinya. Tanpa curiga, korban mentransfer dana awal Rp250 juta ke rekening perusahaan. Dua hari berselang, korban kembali mengirimkan jumlah yang sama ke rekening yang sama.

Tak berhenti di situ, pada Oktober 2024, tersangka kembali meminta tambahan dana Rp200 juta dengan dalih proyek pembersihan lahan lapangan golf di Jakarta yang diklaim bekerja sama dengan PT Timah. Uang itu dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu enam hari, namun janji tersebut tak pernah terealisasi.

Rangkaian permintaan dana terus berlanjut hingga Maret 2025, saat korban kembali diminta mentransfer Rp250 juta untuk penyelesaian administrasi proyek. Total uang yang telah dikirim korban mencapai Rp950 juta.

“Pelaku terus merayu korban dengan berbagai alasan proyek dan menjanjikan keuntungan besar. Namun, uang tersebut tidak pernah dikembalikan,” kata penyidik.

Kecurigaan korban memuncak setelah janji pencairan dana berulang kali molor. Hingga akhirnya pada September 2025, seorang rekan tersangka bernama Rahmat Kurniawan mengakui kepada korban bahwa proyek yang ditawarkan tersebut ternyata fiktif.

Pengakuan itu menjadi titik balik bagi korban untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekening koran Bank Mandiri milik korban yang mencatat aliran dana sejak September 2024 hingga Maret 2025.

Penyidik menduga kuat aksi ini dilakukan secara sengaja (dolus) dengan modus merayu korban menggunakan proyek-proyek yang tidak pernah ada. Saat ini, tersangka telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

“Kami masih mendalami apakah ada jaringan atau korban lain dalam kasus ini. Tidak menutup kemungkinan jumlah kerugian akan bertambah,” tegas penyidik.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi atau kerja sama bisnis yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa dasar yang jelas.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 26 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRESTA PANGKALPINANG

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Berita Terbaru