Jalin Kebersamaan, Mahasiswa KKN Ikut Tradisi Selametan Sumber Air Desa Karangtengah
Semarang , DNID.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) Ke-22 Posko 36 UIN Walisongo Semarang, turut serta dalam tradisi warga berupa kegiatan Selametan Sumber Air di Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu lalu (9/8/2026).
Rangkaian kegiatan kearifan lokal ini diawali sejak pagi hari dengan aksi gotong royong membersihkan area di sekitar sumber air. Warga bersama mahasiswa KKN bahu-membahu membersihkan sampah, dedaunan gugur, dan rumput liar guna menjaga kebersihan serta kelancaran aliran mata air desa.
Usai aksi bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.
Kegiatan ini ditutup dengan tradisi makan bersama di sekitar area sumber air, di mana warga dan mahasiswa duduk berjejer menikmati hidangan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Parjo, Ketua RW setempat menyampaikan tradisi puji syukur ini memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan hidup masyarakat desa.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala pemberian dan limpahan nikmat selama ini, terkhusus keberadaan air bersih yang menjadi sumber kehidupan utama bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan di desa kita,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan dalam acara ini menjadi sarana penting dalam merawat kerukunan warga.
“Selain aspek spiritual dan lingkungan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antarwarga. Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN juga menambah kehangatan dan semangat gotong royong di Desa Karangtengah,” tambahnya.
Sementara, Koordinator Desa Nur Fahni menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi penuh atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Bagi kami, kegiatan selamatan air ini bukan sekedar tradisi, tetapi menjadi pengingat akan rasa syukur kepada Allah. Saya pribadi merasa sangat senang bisa hadir dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Apalagi melihat bagaimana seluruh elemen masyarakat menjaga tradisi memberikan pelajaran bagi kami bahwa banyak nilai kehidupan yg terkandung dalam tradisi lokal,”katanya.
Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam kegiatan adat ini menjadi bentuk nyata pembauran civitas akademika dengan dinamika sosial-budaya masyarakat setempat.
Melalui momentum ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan keharmonisan antarwarga terus terjalin secara berkelanjutan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Jalin Kebersamaan, Mahasiswa KKN Ikut Tradisi Selametan Sumber Air Desa Karangtengah
RABU, 12 AGUSTUS 2026
Semarang , DNID.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) Ke-22 Posko 36 UIN Walisongo Semarang, turut serta dalam tradisi warga berupa kegiatan Selametan Sumber Air di Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu lalu (9/8/2026).
Rangkaian kegiatan kearifan lokal ini diawali sejak pagi hari dengan aksi gotong royong membersihkan area di sekitar sumber air. Warga bersama mahasiswa KKN bahu-membahu membersihkan sampah, dedaunan gugur, dan rumput liar guna menjaga kebersihan serta kelancaran aliran mata air desa.
Usai aksi bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.
Kegiatan ini ditutup dengan tradisi makan bersama di sekitar area sumber air, di mana warga dan mahasiswa duduk berjejer menikmati hidangan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Parjo, Ketua RW setempat menyampaikan tradisi puji syukur ini memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan hidup masyarakat desa.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala pemberian dan limpahan nikmat selama ini, terkhusus keberadaan air bersih yang menjadi sumber kehidupan utama bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan di desa kita," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan dalam acara ini menjadi sarana penting dalam merawat kerukunan warga.
"Selain aspek spiritual dan lingkungan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antarwarga. Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN juga menambah kehangatan dan semangat gotong royong di Desa Karangtengah," tambahnya.
Sementara, Koordinator Desa Nur Fahni menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi penuh atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Bagi kami, kegiatan selamatan air ini bukan sekedar tradisi, tetapi menjadi pengingat akan rasa syukur kepada Allah. Saya pribadi merasa sangat senang bisa hadir dan menjadi bagian dari kegiatan ini. Apalagi melihat bagaimana seluruh elemen masyarakat menjaga tradisi memberikan pelajaran bagi kami bahwa banyak nilai kehidupan yg terkandung dalam tradisi lokal,”katanya.
Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam kegiatan adat ini menjadi bentuk nyata pembauran civitas akademika dengan dinamika sosial-budaya masyarakat setempat.
Melalui momentum ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan keharmonisan antarwarga terus terjalin secara berkelanjutan.