Ketua DPC PWRI Bogor Raya Soroti Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, Terkait Pengembalian Restribusi Dari DLH Kabupaten Bogor 

 

Bogor,DNIDBanten.co.id–Keluarnya LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK RI Jawa Barat atas laporan keuangan Pemerintahan Kabupaten Bogor Tahun 2021 pada 29 Juli 2022 lalu menjadi sorotan publik.

Pasalnya, melalui resume hasil pemeriksaan, BPK menemukan adanya kelemahan pengendalian intern maupun ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2021 di Kabupaten Bogor.

Terdapat empat item ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi sorotan BPK, yang salahsatu item laporan menyoroti tentang Pengelolaan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan yang pada hasil uji petik dinyatakan tidak memadai dan terdapat penerimaan retribusi yang tidak disetorkan ke kas daerah sebesar Rp,4.209.381.975,00.

Besarnya loss kas daerah dengan angka sekitar 4 Miliar lebih tersebut mendorong berbagai pihak berlomba untuk mendapat konfirmasi atas LHP BPK RI Jawa Barat tersebut. Dikutip dari berbagai portal media online yang ikut menyoroti, terdapat konfirmasi maupun pernyataan dari Kadis maupun Kabid pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Bogor yang menyatakan telah membayarkan minusnya retribusi ke kas daerah.

7 UPT PS (Pengelolan Sampah) dan dari Dinas LH Kab bogor tidak diiringi dengan penyampaian bukti pengembalian ke publik.

Hal itu yang disorot oleh Ketua DPC PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamet, SH., Mkn., dalam isi surat permohonan konfirmasi atas nama DPC PWRI Bogor Raya yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab Bogor, Tertanggal 26 Januari 2023.

“Mengacu pada Keterbukaan Informasi Publik, sesuai dengan amanah dalam UU No 14 Tahun 2018, kami atas nama DPC PWRI Kabupaten Bogor pada tanggal 26 Januari 2022 lalu secara resmi mengajukan konfirmasi kepada DLH Kab Bogor,” jelasnya.

“Namun, hingga hari ini belum mendapat respon dari surat tersebut,” ujar Rohmat dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPC PWRI Bogor Raya di Jl Mayor Oking, Kota Bogor, tambahnya Selasa (01/2/23) .

Disampaikan oleh Rohmat, passive nya respon DLH Kab Bogor terhadap surat yang dikirimkan merupakan preseden negatif dalam proses pelaksanaan tatanan keterbukaan dan transparansi informasi yang jelas telah di lindungi ketentuannya pada UU No 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Ketika KIP dan Transparansi tidak dilaksanakan, bukankah hal tersebut menjadi pemicu beredarnya opini liar? dan pastinya menimbulkan perspektif kurang baik. Sudah kami telusuri pemberitaan atas adanya pernyataan telah dikembalikan kurangnya retribusi ke kasda (Kas Daerah). Isi surat kami pun hanya ingin mendapat tambahan informasi atas berbagai kabar tersebut, dengan pastinya dapat memperlihatkan salinan pembayaran, walaupun bersifat foto dan copy saja sudahlah cukup,” tegasnya.

“Hingga saat ini kami DPC PWRI Bogor Raya masih mengharapkan etika baik dari DLH Kab Bogor untuk memberikan tanggapannya atas surat kami. Tim DPC PWRI Bogor Raya mengkonfirmasi atas dasar observasi data, dan memang belum mendapat bukti adanya bukti pengembalian pembayaran,” ucapnya

“Kami DPC PWRI Bogor Raya merupakan wadah organisasi profesi dari para insan jurnalis yang pada pedomannya menjalankan kegiatan jurnalistik melalui kaidah dan kode etik. Surat konfirmasi merupakan wujud kebutuhan informasi yang dimaksudkan guna penyajian keberimbangan pemberitaan, yang juga mengandalkan kecepatan update informasi dalam penayangan. Semoga DLH melalui Kepala Dinas Ade Yana dapat segera merespon surat konfirmasi kami, sebagai bentuk keterbukaan terhadap publik,” tutup Rohmat.

Guna Keberimbangan informasi, Tim DPC PWRI telah mengajukan konfirmasi ke Bagian Prolap BPKAD Kab Bogor melalui pesan WhatsApp pribadi. Dalam balasan, pihak Prolap BPKAD menanggapi dengan mengarahkan untuk dapat langsung mempertanyakan kepada pihak Inspektorat.

 

Simpan Gambar:

Rabu, 1 Februari 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Usai Viral Tambang Ilegal Milik Oknum Dewan DPRD Gowa, Diduga Ada Upaya Sogok Aktivis
Awas! Oli Palsu Oplosan Beredar Ribuan Botol di Makassar, Terungkap Gudang di Maros
Viral Tangkap Lepas Dua Remaja, Satnarkoba Polres Maros Bantah Terima Uang
Satnarkoba Polres Maros Tangkap Lepas Dua Remaja Diduga Bayar Rp75 Juta
Kuasa Hukum Sebut Perdata, Kewajiban Pembayaran PT Lontara Jaya Sakti Masih Menggantung
Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April
Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura
Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:46 WITA

Usai Viral Tambang Ilegal Milik Oknum Dewan DPRD Gowa, Diduga Ada Upaya Sogok Aktivis

Senin, 20 April 2026 - 13:43 WITA

Awas! Oli Palsu Oplosan Beredar Ribuan Botol di Makassar, Terungkap Gudang di Maros

Sabtu, 18 April 2026 - 18:45 WITA

Viral Tangkap Lepas Dua Remaja, Satnarkoba Polres Maros Bantah Terima Uang

Sabtu, 18 April 2026 - 10:16 WITA

Satnarkoba Polres Maros Tangkap Lepas Dua Remaja Diduga Bayar Rp75 Juta

Jumat, 17 April 2026 - 17:10 WITA

Kuasa Hukum Sebut Perdata, Kewajiban Pembayaran PT Lontara Jaya Sakti Masih Menggantung

Kamis, 16 April 2026 - 22:28 WITA

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WITA

Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura

Kamis, 16 April 2026 - 21:46 WITA

Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut

Berita Terbaru

Dua peserta MTQ memperlihatkan medali yang diraih usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros, Sabtu (19/4/2026). Di tengah euforia kemenangan, capaian Kafilah Bone tanpa medali emas menjadi sorotan tajam dan bahan evaluasi serius pembinaan.

Serba-Serbi

Nol Emas di MTQ Sulsel, Bone Terjun Bebas dan Pembinaan Dipertanyakan

Senin, 20 Apr 2026 - 14:37 WITA