Diduga Oknum Polisi Bekingi Judi Sabung Ayam, Aktivis Laksus Desak Polda Sulsel Copot Kapolres Tator

Makassar, DNID.co.ld- Koalisi aktivis mendorong Polda Sulawesi Selatan mengusut jaringan penyelenggara judi sabung ayam di Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja. Jaringan ini diduga ikut melibatkan oknum polisi sebagai beking.

“Ini memang sudah seperti sindikat. Jadi mereka bekerja terstruktur. Ada penyelenggara, ada bandar, ada wasit. Bahkan juga ada polisi yang terlibat sebagai beking,” terang aktivis Toraja, Semuel Tumanan kepada Dnid, Selasa (28/1/2025).

Menurut Semuel, jaringan penyelenggara judi sabung ayam di Sangalla Utara sangat terorganisir. Mereka sulit diberangus karena diduga memiliki akses di kepolisian.

“Perputaran uangnya besar. Mereka bisa mengendalikan oknum-oknum polisi untuk membeking. Coba lihat saja, mereka menggelar aktivitas judi sabung ayam di tempat terbuka. Bahkan sampai menutup jalan di Sangalla Utara. Tapi polisi diam saja,” ketus Semuel.

Semuel mengatakan, Polres Tator tidak bisa banyak diharapkan. Selama bertahun-tahun mereka melakukan pembiaran terhadap judi sabung ayam di berbagai tempat di Tator.

“Masyarakat nda percaya lagi sama Polres Tator,” ucapnya.

Semuel juga yakin Polres Tator tahu siapa penyelenggara judi sabung ayam di Sangalla Utara. Bahkan mereka tahu siapa bandarnya. Dan siapa yang mengendalikannya.

“Tetapi kan terbukti polisi diam saja. Masyarakat sudah teriak-teriak karena resah. Tapi polisi tidak bertindak apa-apa,” tandas Semuel.

Karenanya, Semuel meminta Polda Sulsel turun tangan. Ia mendesak Polda mengusut oknum polisi yang terlibat sebagai beking.

“Termasuk itu penyelenggaranya. Tangkap semua itu. Itu kan juga ada bandarnya. Polres Tator tahu identitas si bandar itu. Gampang kalau mau ditangkap,” paparnya.

Senada Semuel, aktivis Makassar Muhammad Ansar menyesalkan tidak adanya tindakan represif Polres Tator dalam memberantas judi sabung ayam. Ia sepakat, ada indikasi keterlibatan aparat sebagai beking.

“Jadi memang seharusnya Propam Polda Sulsel turun tangan. Kalau perlu Kapolres Tator juga harus diperiksa. Karena itu kan tanggung jawab dia,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, patut dipertanyakan komitmen Kapolres Tator dalam pemberantasan judi sabung ayam.

“Menurut saya ini memang tanda tanya. Sekarang kan Polri sedang gencar memberangus judi. Tapi di Tator orang masih bebas menggelar judi sabung ayam. Artinya kan instruksi Kapolri ini tidak mendapat atensi di Polres Tator,” imbuh Ansar.

Bandar tak Tersentuh Hukum Sebelumnya, judi sabung ayam di Lembang Tumbang Datu, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja menuai sorotan karena dilakukan dengan menutup jalanan umum. Warga menyesalkan polisi yang tidak melakukan penertiban.

Praktik judi sabung ayam di Tana Toraja memang marak belakangan.
Tak hanya di Sangalla, praktik yang sama juga terjadi di Lembang Madandan, Kecamatan Rantetayo.

Bahkan, sebelumnya lintas tokoh di Tana Toraja mendesak Polda Sulawesi Selatan mengusut bandar judi sabung ayam di Lembang Madandan, Kecamatan Rantetayo. Mereka menyebut, judi sabung ayam di wilayah itu dimotori oleh seorang bandar berinisial P.

“Besar harapan kita agar terduga bandar judi sabung ayam atas nama P diperiksa Polda Sulsel. Saya kira P ini bisa membongkar semua di sana. Dia tahu siapa-siapa oknum aparat yang terlibat,” ujar Rifki, salah satu tokoh pemuda Tator.

Menurut Rifki, P adalah pemain lama dalam praktik judi sabung ayam. Dia diyakini bisa membantu membongkar siapa oknum polisi yang selama ini menjadi beking mereka.

“Supaya terang benderang ke masyarakat siapa oknum polisi yang jadi beking. Selama ini apa lagi mereka sudah lumayan lama main di atas. Tidak mungkin mereka mau main sendiri tanpa ada koordinasi dari pihak polsek maupun Resmob. Pasti ada itu,” tutur Rifki.

Rifki mengungkapkan, tidak ada pelaku judi sabung ayam di Toraja yang berani main tanpa koordinasi ke aparat. Rifki menyebut, kegiatan judi sabung ayam di Madandan sangat terstruktur.

“Kerjanya memang sudah terkoordinir rapi. Ada bandarnya, ada juga aparat jadi beking. Seandainya mereka tidak ada koordinasi dengan oknum – oknum polisi saya yakin mereka pasti ditangkapi. Tapi karena ada komunikasi makanya mereka berani main,” jelas Rifki.

Karenanya Rifki mendesak agar Polda Sulsel turun tangan mengusut praktik ini.

Sumber Aktivis Laksus

Simpan Gambar:

Selasa, 28 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: 02 MR

Editor: Admin

Sumber Berita: Aktivis Laksus

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April
Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura
Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut
Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’
Nasabah Dipidana Saat Tagih Hak: Skandal ‘Kriminalisasi’ Prudential Pecah di Depan Mahkamah Konstitusi
Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas
Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:28 WITA

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WITA

Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura

Kamis, 16 April 2026 - 21:46 WITA

Gerebek Penimbunan BBM Subsidi, Ditreskrimsus Polda Sulteng Sita Ribuan Liter Bio Solar di Banggai Laut

Kamis, 16 April 2026 - 19:16 WITA

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WITA

Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Rabu, 15 April 2026 - 19:08 WITA

Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang

Rabu, 15 April 2026 - 16:19 WITA

Gugat “Klausul Siluman” Asuransi, Pasal 304 KUHD Diuji: Akhiri Praktik Persulit Klaim Nasabah!

Berita Terbaru