DNID GOWA – Kurang lebih hampir 3 tahun Apartur Negeri Sipil (ASN) bernama Syamsina tidak merasakan gajinya. Bukan hanya gaji pokok, berbagai tunjangan hingga gaji 13 tidak pernah cair.
Syamsina mengaku bahwa gajinya tidak cair sejak September 2022 hingga 2025 ini. Beberapa tahun terakhir ini ia tengah memperjuangkan haknya, namun sayang tidak pernah tuntas.
“Iye pak gaji saya sampai sekarang belum dicairkan, begitu juga dengan tunjangan, gaji 13 dan lainnya,” ungkap Syamsina kepada awak media, Rabu (18/6/2025).
ASN golongan 2C itu mengungkapkan awal mulanya ia lolos ASN pada 29 April 2015. Dia menjadi petugas keluarga berencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kecamatan Biringbulu.
“Saya mulai kerja di Kecamatan Biringbulu tahun 2015 sampai 2019,” beber Syamsina.
Pada tahun 2019 dirinya tiba-tiba dipindahkan ke Tompobulu yang jarak dengan rumahnya sekitar jauhnya 14 kilo meter kasihan jarak tempuh saya lalui.
Sementara saat itu ia kaget karena tanpa ada pemberitahuan atau konfirmasi perihal ia dipindahkan.
“Saya dipindahkan tanpa ada konfirmasi dan saya dipindahkan karena masalah Pilkada. Jarak sangat jauh,” katanya.
Perjalanan yang jauh dengan posisi dirinya perempuan membuat ia mengajukan pindah dari Tompobulu ke Kantor camat Biringbulu pada tahun 2020.
“Pada tahun 2022/2023 saya lolos butuh di camat Biringbulu dan dapat surat persetujuan dari kepala dinas,” ujarnya.
Namun sampai saat ini ia tak terima gaji sepeserpun walau status sebagai ASN. Ia pun sempat mendatangi Kadis dan Pemprov untuk menanyakan perihal itu.
“Saya sudah datang bertanya tentang kenapa gaji pokok, gaji 13, THR saya tidak cair ke dinas dan Provinsi. Katanya di tahan karena belum ada pelepasan dari September 2022 sampai sekarang,” tambah Syamsina pada kesempatan itu.
Diakhir wawancara, Syamsina berharap gaji segera dicairkan. “Saya sangat berharap agar gaji keluar karena sudah hampir 3 tahun tidak pernah keluar,” harapnya.

























