Diskusi Publik PLTN Babel: Dr. Ir. Agus Puji Prasetyo Bongkar Ketertinggalan Energi dan Kesiapan SDM

Pangkalpinang,Dnid.Co.Id  — Di tengah ambisi besar Indonesia menuju transisi energi bersih, *fakta ketertinggalan energi nasional justru terbuka lebar* dalam Diskusi Publik *“Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung; Diskusi Data dan Fakta”*. Paparan tajam datang dari *Dr. Ir. Agus Puji Prasetyo, M.Eng., IPU, ASEAN Eng, APEC Eng*, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2021–2025 sekaligus Chairman Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development, PLN Institute of Technology.

Mengawali pemaparannya tentang *kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan, pengoperasian, dan pemanfaatan PLTN*, Agus langsung memotret posisi Indonesia yang belum ideal. Hingga 2024, Indonesia masih berada di *peringkat ke-19 konsumsi energi per kapita dunia*, indikator kuat bahwa energi belum benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan industri.

“Konsumsi energi per kapita kita rendah. Ini menandakan sektor industri belum tumbuh optimal, dan elektrifikasi belum sepenuhnya merata,” kata Agus.

Ia menegaskan, persoalan energi nasional bukan hanya soal produksi, tetapi juga *ketimpangan akses*. Hingga kini, masih banyak masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan yang *belum menikmati listrik secara memadai*, akibat keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas energi.

Masalah kian kompleks ketika melihat *pertumbuhan pembangkit listrik nasional yang stagnan*.

Agus menyebut, saat ini Indonesia hanya mampu menambah kapasitas pembangkit sekitar *3–3,5 gigawatt (GW) per tahun*, angka yang jauh dari cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, serta kebutuhan energi masa depan.

“Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan, pertumbuhan pembangkit harus melonjak *tiga sampai empat kali lipat*, minimal *6–7 GW per tahun*,” tegasnya.

Namun pembangkit bukan satu-satunya titik lemah. Agus juga mengkritisi *sistem transmisi dan distribusi listrik nasional yang belum memadai*. Ketimpangan jaringan membuat pasokan listrik tidak merata, efisiensi rendah, dan memperbesar jurang pembangunan antarwilayah.

Di sisi lain, Indonesia tengah didorong target global untuk menurunkan emisi karbon.

Namun, menurut Agus, *transisi energi menuju energi bersih masih menghadapi hambatan struktural*. Energi baru dan terbarukan belum cukup stabil untuk menopang beban dasar (base load) nasional, sementara ketergantungan pada energi fosil kian berisiko.

Dalam konteks itulah, energi nuklir kembali mendapatkan tempat strategis. Agus mengingatkan bahwa arah kebijakan energi nasional telah berubah signifikan.

Jika dalam *PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN)* nuklir masih ditempatkan sebagai *opsi terakhir*, maka dalam *PP Nomor 40 Tahun 2025*, nuklir justru diposisikan sebagai *instrumen penting untuk menyeimbangkan sistem energi dan mencapai target dekarbonisasi*.

“Ini perubahan paradigma. Nuklir bukan lagi pilihan darurat, tapi bagian dari solusi jangka panjang,” ujarnya.

Namun Agus menekankan, pembangunan PLTN tidak bisa dilihat semata sebagai proyek fisik. *Kesiapan SDM menjadi faktor kunci*, bahkan menentukan keberhasilan atau kegagalan program nuklir nasional.

Tanpa SDM yang kompeten, aman, dan tersertifikasi, teknologi secanggih apa pun berisiko tinggi.

Ia menyoroti sisi positif yang kerap luput dari perdebatan publik, yakni *potensi penciptaan lapangan kerja*. Pembangunan dan pengoperasian PLTN diperkirakan mampu menyerap *setidaknya 6.850 tenaga kerja*, mulai dari tenaga ahli nuklir, insinyur, operator, hingga tenaga pendukung.

“Ini bukan hanya soal energi, tapi juga pembangunan manusia. Tapi semua itu harus disiapkan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, dan regulasi yang konsisten,” tegas Agus.

Diskusi publik ini menjadi ruang penting untuk *membongkar mitos, ketakutan, dan disinformasi* seputar PLTN, khususnya di Bangka Belitung. Lebih dari itu, forum ini menegaskan bahwa persoalan energi nasional tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan setengah hati.

Di tengah kebutuhan energi yang terus melonjak, target dekarbonisasi yang mendesak, serta keterbatasan sumber daya fosil, *PLTN bukan lagi sekadar wacana futuristik*.

Diskusi ini mengirimkan pesan tegas: tanpa keberanian kebijakan, lonjakan kapasitas pembangkit, dan kesiapan SDM, *transisi energi Indonesia berisiko berhenti sebagai jargon*.

Dan bagi Bangka Belitung, isu PLTN kini bukan hanya soal lokasi, tetapi tentang *apakah daerah siap mengambil peran strategis dalam masa depan energi nasional.

Simpan Gambar:

Minggu, 8 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’
Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat
Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas
Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga
Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Aktivitas PT TSM di Gowa Memakan Korban, Pemda Didesak Tutup Operasi Pabrik
Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang
Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:16 WITA

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’

Kamis, 16 April 2026 - 08:56 WITA

Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WITA

Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WITA

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 April 2026 - 19:43 WITA

Aktivitas PT TSM di Gowa Memakan Korban, Pemda Didesak Tutup Operasi Pabrik

Rabu, 15 April 2026 - 19:08 WITA

Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WITA

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga

Rabu, 15 April 2026 - 12:41 WITA

Cemari Lingkungan dan Kesehatan Warga, KPM Desak Polisi Tindak Tegas PT TSM Gowa

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA