Miris, Belum Setahun Dilantik, Oknum DPD Gerindra Sulsel Di Duga Lakukan Penganiayaan

Gambar ilustrasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (sumber: shutterstock - dp3a)

Gambar ilustrasi Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (sumber: shutterstock - dp3a)

Makassar, DNID Sulsel – Arogansi dan premanisme kembali diperlihatkan salah satu oknum DPD Partai Gerindra Sulsel yang menduduki jabatan startegis di parpol tersebut. Penganiayaan terungkap setelah korban AW (34) mengadu pada keluarganya, atas kekerasan yang dialaminya. Kemudian pihak keluargapun menyampaikan kepada awak DNID Media perwakilan Sulawesi Selatan.

Beberapa waktu yang lalu juga sempat viral di media sosial, penganiayaan terhadap perempuan yang dilakukan oleh salah satu anggota DPRD di Palembang pada salah satu SPBU dari fraksi Gerindra.

Penganiayaan terhadap perempuan pun kembali terjadi di Makassar, dimana oknum yang melakukan juga dari parpol yang sama.

Sesuai kronologi yang diceritakan bahwa penganiayaan itu terjadi sekitar jam 04.30 WITA dinihari, bermula saat si korban AW bersama teman-temannya makan di salah satu warung coto di Jl. Harimau (TKP), tidak berselang lama salah satu pengunjung (oknum) menegur korban dengan nada tinggi.

“Dia tegurka pak, jangan ribut, dengan nada tinggi baru lansunga nah lempari ketupat,” terangnya dengan bahasa dan logat daerah.

Dari penuturan, setelah menegur lalu melempar ketupat, oknum tersebut tiba-tiba berdiri dan mendatangi korban, saat itu terjadi perdebatan yang panjang dan pada akhirnya oknum tersebut menganiaya korban dengan cara menampar, meninju dan mencakar yang mengakibatkan luka pada bagian tubuh korban.

Oknum terduga pelaku tersebut berinisial (HN) yang belum setahun usai dilantik pada posisi strategis di DPD Gerindra Sulsel, namun perilaku yang diperlihatkan tidak menggambarkan sikap teladan seperti yang didengung-dengungkan Ketua Umum Gerindra, H. Prabowo Subianto.

Korban menceritakan bahwa oknum tersebut sempat mangancam dirinya.

“bukan cuma memukul pak, bahkan diancam dengan kata saya tembak kau” jelas AW.

Menurut keterangan korban, oknum tersebut juga menyampaikan dengan remeh kepada korban.

“percuma melaporkan lapor polisi karena semua polisi mendengar sama saya, takut sama saya” ucap korban menirukan perkataan oknum saat itu.

Setelah kejadian, korban langsung melaporkannya kepada pihak polsek Makassar dengan nomor : STPL / 199 /V/K/ 2022/ sek mksr – restabes mksr sesuai dengan laporan polisi nomor : LP / 199 / K / V / 2022 / Sektor Makassar tanggal 26 Mei 2022.

Dari cerita keluarga korban atas kejadian tersebut, Tim DNID Media Sulsel kemudian mendatangi Polsek tersebut guna konfirmasi namun penyidik tidak di tempat kemudian melalui pesan singkat Whatsapp, KM selaku penyidik kasus tersebut membenarkan adanya laporan tersebut.

“iya pak, saya mau periksa saksinya dulu, berapa kali saya konfirmasi lewat telepon saksinya untuk datang ke kantor tapi tidak pernah datang” balas penyidik via Whatsapp, minggu (20/11/2022) kemarin.

Sebelumnya, awak DNID Media Sulsel sempat mendatangi pihak Partai Gerindra Sulsel dan bertemu dengan ketua kesekretariatan Gerindra Sulsel guna meminta tanggapan terkait insiden tersebut dan alhasil pihak internal Gerindra Sulsel akan menindaklanjuti dengan sidang etik internal.

“sebagai ketua kesekretariatan saya akan mengkomunikasikan kepada ketum DPD Gerinda Sulsel (Andi Iwan Darmawan Aras), yang akan ditindak lanjuti dengan sidang etik internal Gerindra Sulsel,”ucap Henin, Jumat (28/10/2022) lalu.

Kasus seperti ini seakan menampilkan anggota parpol yang tidak mendidik masyarakat, apalagi yang berlagak preman dan menggambarkan sosok beringas kepada masyarakat. Seharusnya anggota parpol mampu merefleksikan banyak hal dalam budaya politik kita.

Korban dan temannya (saksi juga sebagai korban) sampai saat ini masih trauma dengan kekerasan yang dilakukan oleh oknum DPD Gerindra Sulsel tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan dari pihak DPD Gerinda Sulsel belum ada tanggapan kembali.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 22 November 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi
Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 16:55 WITA

Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WITA

Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA