Mobil Jenis Pick Up Angkut Kayu Olahan Marak Keluar Masuk Kota Nanga Pinoh, Aparat Diam Saja

Kendaraan jenis mobil Pick up bermuatan kayu olahan bebas melintas di Jalan dalam kota Nanga Pinoh

Kendaraan jenis mobil Pick up bermuatan kayu olahan bebas melintas di Jalan dalam kota Nanga Pinoh

Melawi DNID Kalbar- Maraknya aktivitas angkutan kayu olahan menggunakan angkutan jenis mobil Pick up yang menggunakan jalan umum di Kabupaten Melawi, menyita perhatian masyarakat.

Mobil pick up muatan kayu olahan asal Melawi menuju arah Kabupaten Sintang.

C Musa salah satu warga masyarakat Melawi, meminta pemerintah daerah bisa segera melakukan penertiban terhadap angkutan tersebut. Jangan sampai kayu illegal terus berkeliaran bahkan memakai jalan negara,”katanya, Jumat (13/10)

“Kendaraan jenis mobil Pick up bermuatan kayu olahan bebas melintas di Jalan dalam kota Nanga Pinoh melalui wilayah hukum Polres Melawi.

Mobil pick up pengangkut kayu olahan tersebut Melawati jalan Simpang Tahlud- Bundaran simpang bandara Nanga Pinoh-Jalan Juang. Kemudian jalur Desa Sidomulyo menuju kearah luar kota. Diduga mobil pick up tersebut menuju arah Desa Batu Buil atau Kabupaten Sintang.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Perhubungan Melawi, Bemban, ketika dikonfirmasi, Jumat (13/10), pihaknya dalam hal ini Dishub Melawi siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk menindaklanjuti temuan ini.

“Dishub tidak memiliki kewenangan dalam melakukan penindakan di jalan raya. Kendati demikian, permasalahan angkutan kayu olahan ini dilakukan pembahasan bersama. Untuk dapat ditemukan solusi dalam penindakannya. Kita berharap pelaku usaha perkebunan dan kehutanan serta pertambangan untuk dapat memiliki hati terhadap daerah.

Yang pasti, lanjut Bemban, akan pihaknya komunikasikan lagi dengan pihak kepolisian. Sesuai UU 22/2009, kalau di jalan merupakan kewenangan polisi,”ungkapnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 13 Oktober 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Batal Hadir di Makassar, Aliansi Mahasiswa Klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Takut Hadapi Tuntutan Mahasiswa
Polres Bangka Selatan Sita 3.040 Liter Pertalite Bersubsidi di Toboali, Satu Tersangka Diamankan
Gempa Bumi Bermagnitudo 4.0 Guncang Tahuna, Kep. Sangihe, Sulawesi Utara
Dugaan Judi Kodok-Kodok di Jalan Ampera Toboali, Warga Desak Polres Bangka Selatan Bertindak
Dari Masjid di Belitung Timur, Wakapolda Babel Mendesak Warga Memperkuat Pengawasan dan Melaporkan Ancaman Keamanan
Dr Ratna Pertanyakan Gugatan Perdata di PN Pangkalpinang, Ini Alasannya
Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP
Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:57 WITA

Batal Hadir di Makassar, Aliansi Mahasiswa Klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Takut Hadapi Tuntutan Mahasiswa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:55 WITA

Polres Bangka Selatan Sita 3.040 Liter Pertalite Bersubsidi di Toboali, Satu Tersangka Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:05 WITA

Gempa Bumi Bermagnitudo 4.0 Guncang Tahuna, Kep. Sangihe, Sulawesi Utara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:42 WITA

Dugaan Judi Kodok-Kodok di Jalan Ampera Toboali, Warga Desak Polres Bangka Selatan Bertindak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:14 WITA

Dari Masjid di Belitung Timur, Wakapolda Babel Mendesak Warga Memperkuat Pengawasan dan Melaporkan Ancaman Keamanan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:28 WITA

Dr Ratna Pertanyakan Gugatan Perdata di PN Pangkalpinang, Ini Alasannya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Polres Bangka Barat Imbau Warga Waspada Penipuan Online dan Jangan Berikan Kode OTP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:41 WITA

Analisis AQI 3 Tahun Terakhir, 2026 Jadi Tahun Terburuk Kualitas Udara di Maros

Berita Terbaru