Pegawai Inspektorat Konawe Selatan Terlunta-lunta Di Makassar

Makassar.DNID.co.id– Sangat miris nasib salah seorang pegawai Inspektorat Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Golongan IV A bernama Dewi Erwini S.H, CPITA, CFIP, CAFP, CEHCMP.

Kehadirannya di Kota Makassar untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Audit Pengelolaan Keuangan Desa dengan Berbantuan Aplikasi SISWASKEUDES yang dilaksanakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Ditklatwas) BPKP RI Perwakilan Sulawesi Selatan dari tanggal 23 Februari – 1 Maret 2025 kandas di tengah jalan.

Surat Perintah Tugas (SPT) yang ditandatangani Inspektur Daerah, Narlian pada tanggal 17 Februari 2025, berisikan 25 nama-nama pegawai termasuk Dewi Erwini untuk mengikuti Diklat di BPKP RI Perwakilan Sulsel.

“Setiba di Makassar, rombongan langsung bertolak ke Hotel Ibis untuk chek in. Dan pada saat pukul 09.42 WITA (Minggu 24 Februari 2025), saya menerima SMS SPT 2, dimana nama saya tidak terdaftar lagi sebagai peserta diklat dan digantikan oleh salah satu staff administrasi Golongan 3 B” ujar Dewi Erwini usai bertemu Panitia Diklat di Kantor BPKP RI Perwakilan Sulawesi Selatan di Kompleks BTP Makassar.

“Sebelumnya nama saya masih terdaftar di registrasi On line peserta Diklat BPKP. Dan pada pukul 13.40 WITA, di hari yang sama, saya juga terima pesan WA dari panitia bernama Hasliani meminta agar membuat surat pengunduran diri, dan melaporkan ke kepegawaian di kantor supaya terbaca dalam sistem absen. Dan saya tidak membuat surat tersebu, lantaran saya tidak pernah mau mengundurkan diri” ucapnya kesal.

Lanjut Dewi, dirinya didampingi beberapa rekan media nasional asal Makassar menghadap kepada salah satu petinggi BPKP Perwakilan Sulsel meminta keterangan atas hilangnya namanya sebagai peserta Diklat.

“Keesokan harinya (Senin 25 Februari 2025) didampingi rekan media nasional, saya mendatangi pihak panitia untuk mempertanyakan alasan dibatalkan dirinya sebagai salah satu peserta diklat yang dilaksanakan BPKP RI Perwakilan Sulsel” urai Dewi

“Dan jawaban dari pihak panitia melalui Kasubag Umum dan beberapa staff, yakni mereka tidak tahu menahu (bukan keputusan mereka) terkait pembatalan tersebut karena pihak panitia hanya mendapat arahan dari Pusat Diklat BPKP di Bogor”, tambahnya.

Diduga tidak ada solusi yang jelas yang dirinya terima dari pihak panitia terkait status dirinya selama berada di Makassar, maka Dewi menghubungi pimpinannya yakni Narlian, Kepala Inspektorat Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui telepon seluler, namun tidak kunjung dijawab.

“Saya telah berupaya menelepon pimpinan yakni Ibu Narlian selaku Inspektur Daerah untuk mempertanyakan alasan keluarnya SPT Kedua yang menyebabkan dirinya tidak bisa mengikuti Diklat di Kantor BPKP RI Perwakilan Sulsel ini, namun tidak kunjung dibalas hingga saat ini” ujarnya kesal.

“Saya akan membawa permasalahan ini, ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Konawe Selatan. Karena hak saya dalam mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari negara telah dirampas tanpa ada alasan yang jelas” pungkasnya tegas.

Sementara saat awak media mengkonfirmasi kepada Narlian selaku Kepala Inspektorat Konawe Selatan via telepon seluler maupun chat whatsapp, yang bersangkutan tidak kunjung membalas alasan pembatalan yang menimpa Dewi Erwini.

Sekedar informasi, Surat Perintah Tugas (SPT) mengikuti Diklat yang harus dilaksanakan Dewi Erwini bersama 24 rekannya dikeluarkan pada tanggal 17 Februari 2025. Namun setelah rombongan telah tiba di Makassar muncul SPT Kedua yang dikeluarkan pada tanggal yang sama (17 Februari 2025) namun nama yang bersangkutan tidak tercantum lagi dalam SPT.

Saat ini, Dewi Erwini tetap berada di Makassar dengan nasib yang tidak jelas, mau melakukan apapun.

Saat redaksi DNID.co.id mencoba mengkomfirmasi ke No Wa Ibu Erlin, tidak ada respon jawaban, saat dihubungi Via Telpon WA, nomor tidak aktif ( MT)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 25 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim Tahir

Editor: Admin

Sumber Berita: Dewi Erwini S.H, CPITA, CFIP, CAFP, CEHCMP.

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 778 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA