Usai Produksi Busur dan Ketapel di Rumah, Resmob Polda Ipda Dendi Eriyan Ringkus Pemuda di Makassar
Makassar, DNID.co.id-Seorang pemuda berinisial SY ditangkap oleh pihak kepolisian di kawasan Borong Daya, Makassar. Lokasi penangkapan tersebut diketahui sebagai wilayah yang rawan terjadi tawuran antar kelompok.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat berhasil menemukan 13 buah busur lengkap dengan ketapelnya yang diduga digunakan untuk tawuran. Selain itu, terungkap bahwa rumah SY dijadikan sebagai tempat produksi senjata rakitan.
Ipda Dendi menambahkan bahwa dari hasil penyelidikan, diketahui satu paket busur beserta ketapelnya dijual dengan harga Rp50 ribu. Pelaku diduga membuat senjata-senjata tersebut sendiri di rumahnya menggunakan alat bernama gerinda.
Saat ini, SY masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lainnya yang terlibat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Usai Produksi Busur dan Ketapel di Rumah, Resmob Polda Ipda Dendi Eriyan Ringkus Pemuda di Makassar
SELASA, 13 MEI 2025
Makassar, DNID.co.id-Seorang pemuda berinisial SY ditangkap oleh pihak kepolisian di kawasan Borong Daya, Makassar. Lokasi penangkapan tersebut diketahui sebagai wilayah yang rawan terjadi tawuran antar kelompok.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat berhasil menemukan 13 buah busur lengkap dengan ketapelnya yang diduga digunakan untuk tawuran. Selain itu, terungkap bahwa rumah SY dijadikan sebagai tempat produksi senjata rakitan.
“SY langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Panit 1 Resmob Polda Sulsel, Ipda Dendi Eriyan.
Ipda Dendi menambahkan bahwa dari hasil penyelidikan, diketahui satu paket busur beserta ketapelnya dijual dengan harga Rp50 ribu. Pelaku diduga membuat senjata-senjata tersebut sendiri di rumahnya menggunakan alat bernama gerinda.
Saat ini, SY masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lainnya yang terlibat.