Dua Oknum polisi di Jeneponto Diduga Desak Korban Cabut Laporan Kasus penggelapan Ternak.

DNID,Jeneponto- Keluarga korban penggelapan ternak di desa rumbia Kabupaten Jeneponto merasa kecewa laporannya di Polres Jeneponto tak kunjung menemui titik terang. Bahkan, diduga Kanit Tipidter Polres Jeneponto, Ipda Abd. Rahman. J, meminta pelapor untuk mencabut laporannya.Minggu (6/7/2025)

Untuk diketahui, sebelumnya Seorang Lansia Samsuddin (67) melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ternak sepasang suami istri (pasutri), Muing dan Sarah, ke Polres Jeneponto pada Oktober 2024 lalu, karena sapi miliknya yang katanya ingin dibantu untuk dijualkan ke Kalimantan. Namun, uang hasil penjualan sapi Samsuddin tak kunjung dibayarkan. Akibatnya, Samsuddin pun mengalami kerugian sebesar Rp.205.500.000 juta.

Renaldi (23), anak dari Samsuddin, menyampaikan bahwa diduga 2 oknum kanit dan anggotanya dari Polres Jeneponto untuk mengarahkan korban untuk mencabut laporannya.

“Bulan Februari kemarin sempat datang ke rumah pak Kanit (Tipidter) sama anggota. Tapi, pas datang itu minta harus cabut laporan. Alasannya, karena ada yang salah dari itu laporan, soal kwitansi pembayaran katanya, ” ujarnya saat melalui telepon whatsapp, Saptu (14/06/2025).

Setelah kedatangan Kanit Tipidter dan anak buahnya ke rumah Renaldi, beberapa waktu kemudian keluarganya sebagai pihak pelapor sempat dipertemukan dengan pihak terlapor. Pertemuan ini berlangsung di kantor Polres Jeneponto.

Pada pertemuan tersebut yang juga disaksikan langsung oleh Ipda Abd. Rahman, pihak terlapor bersedia membayarkan uang sapi milik Samsuddin dengan cara diangsur Rp.1,5 juta perbulan. Namun, pihak Samsuddin menolak tawaran tersebut.

“Bukan main lamanya itu mau dicicil Rp.1,5 juta perbulan baru totalnya semua itu lebih Rp 205 juta,” tutur Renaldi.

Lebih lanjut, Renaldi menduga bahwa pihak kepolisian mencoba menyelesaikan laporan orang tuanya dengan cara kekeluargaan. Dugaan Renaldi ini berdasarkan rentetan peristiwa mulai dari kedatangan Kanit Tipiter datang ke rumah untuk meminta cabut laporan orang tuaku.

Dan Renaldi pun sempat merekam pembahasan kanit dan anggotanya yang diduga bernama mardin pada saat di ruang tamu diskusi bersama orang tuanya.

“Pak Rahman suruh cabut laporan polisinya karna tidak kuat bukti,” kata Renaldi.

Sementara ada upaya mempertemukan pihak terlapor dan pelapor di kantor polisi.

Renaldi menyampaikan harapan keluarganya agar laporannya dapat terus ditindaklanjuti di Polres Jeneponto.

Terpisah, Kanit Tipidter Polres Jeneponto, Ipda Abd. Rahman, saat dikonfirmasi membantah bahwa ia meminta kepada pihak pelapor untuk mencabut laporannya.

“Tidak ada yang seperti itu (permintaan cabut laporan). Saya inisiatif datang ke rumahnya karena ada beberapa keterangan tambahan, sedangkan saya undang tapi katanya kondisinya pelapor sedang sakit. Makanya saya inisiatif sendiri,” bantah Ipda Abd. Rahman saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.

Terkait anggapan pihak kepolisian mencoba menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan, Ipda Abd. Rahman mengatakan bahwa itu merupakan permintaan dari pihak keluarga pelapor itu sendiri.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 6 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Admin

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Syamsuddin Dg. Buang

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi
Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya
PNS Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda Sulsel, Sebut Aiptu Susanto dan Sejumlah Anggota Terlibat
Berita ini 279 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 16:55 WITA

Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WITA

Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya

Kamis, 17 September 2026 - 16:34 WITA

PNS Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda Sulsel, Sebut Aiptu Susanto dan Sejumlah Anggota Terlibat

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA