Dua Pria Paruh Baya di Bone Ditangkap, Motor Curian Digadai Demi Ini

Foto terduga pelaku bersama  barang Bukti yang diamankan di Polsek Tanete Riattang.  Kabupaten Bone

Foto terduga pelaku bersama barang Bukti yang diamankan di Polsek Tanete Riattang. Kabupaten Bone

Polisi Ingatkan Warga Agar Tidak Sepelekan Keamanan Kendaraan

Bone, Dnid.co.id – Sebuah aksi pencurian kendaraan bermotor kembali menggegerkan warga Kabupaten Bone.

Ironisnya, pelaku bukanlah remaja atau pemuda, melainkan dua pria paruh baya yang nekat mencuri motor milik tetangga sekos hanya karena tergoda kunci yang ditinggal di dashboard.

Kedua pelaku, berinisial HR (47) dan SD (57), sama-sama berdomisili di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Mallajena, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Keduanya kini harus meringkuk di sel tahanan Polsek Tanete Riattang setelah ditangkap tim opsnal pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Muh. Tawil, S.Sos., menuturkan, kasus ini bermula dari laporan seorang penghuni kos yang kehilangan sepeda motor Honda Scoopy tahun 2022 warna cokelat krem bernomor polisi DW 2983 FO.

“Korban saat itu memarkir motor di kos dan menyimpan kunci di laci dashboard. Tidak lama setelah keluar kamar untuk menyalakan mesin air, motor sudah hilang. Korban berusaha mencari, namun tidak ketemu hingga akhirnya melapor ke kepolisian. Kerugiannya ditaksir Rp18 juta,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan HR awalnya hanya duduk di motor korban. Begitu melihat kunci tersimpan di laci, niat jahat pun muncul. Tanpa pikir panjang, motor dibawa kabur lalu disembunyikan beberapa hari.

Tak berhenti di situ, motor kemudian digadai di salah satu tempat di Jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo dengan nilai Rp6 juta. Uang hasil gadai digunakan bersama, termasuk untuk membeli Narkoba jenis sabu.

Kasihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, S.H., menjelaskan, HR bertindak sebagai eksekutor, sedangkan SD memberi arahan sekaligus mengawasi aksi.

“Keduanya berbagi hasil gadai. Kasus ini juga membuka indikasi adanya hubungan antara Curanmor dan peredaran narkoba,” ujarnya.

Aparat menyoroti kasus ini sebagai contoh klasik bagaimana kelalaian kecil bisa berujung besar. Menurut polisi, kos-kosan dan rumah kontrakan memang rawan menjadi lokasi curanmor, terutama saat pemilik merasa aman dan menaruh kunci sembarangan.

“Sering kali korban berpikir motor di dalam pagar atau di kos itu aman. Padahal, justru itu target empuk bagi pelaku. Kunci di dashboard, bahkan helm tergantung sembarangan, bisa jadi pemicu kejahatan,” kata seorang penyidik di lapangan.

Kedua pelaku kini dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Polisi juga menelusuri kemungkinan tambahan pasal dari UU Narkotika jika terbukti menggunakan hasil kejahatan untuk membeli sabu.

“Penyidikan masih terus berjalan. Kami akan mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain, baik dalam jaringan gadai motor curian maupun dalam distribusi narkoba,” tegas Kompol Tawil

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Bone. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan pribadi, warga juga diimbau tidak lengah meski berada di kos atau rumah sendiri.

“Jangan tinggalkan kunci di motor, meskipun merasa aman. Karena justru itu yang dimanfaatkan pelaku,” pungkas Kapolsek.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 25 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Berita Terbaru