Penempatan Anak di Sel Polsek Bontoala Dipersoalkan, Pernyataan Kapolsek Dinilai Bertentangan dengan UU SPPA

Makassar, DNID.co.id – Penempatan lima anak di bawah umur di kamar tahanan Polsek Bontoala terkait dugaan kasus pengeroyokan di Jalan Labu Lorong 1, Kecamatan Bontoala, Makassar, Minggu dini hari (28/12/2025), menuai sorotan. Pernyataan Kapolsek Bontoala Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar dinilai tidak sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Kapolsek Bontoala dalam keterangannya menegaskan bahwa anak-anak tersebut tidak ditahan, melainkan hanya ditempatkan sementara untuk kepentingan pemeriksaan.

“Itu yang ditahan itu Pasal 170. Yang tidak bisa ditahan itu anak usia 11 tahun ke bawah,” ujar Kapolsek Bontoala.

Ia menyebut penempatan sementara dilakukan karena kekhawatiran anak-anak tersebut melarikan diri, sekaligus menunggu perkembangan proses perdamaian antara pelapor dan terduga pelaku.

“Kita simpan di titipan itu dalam rangka pemeriksaan karena ditakutkan melarikan diri. Selanjutnya yang bersangkutan mau damai, bahkan pelapor mau mencabut laporannya. Jadi bukan ditahan, belum ada penahanan,” jelasnya.

Namun, dalam pernyataan lanjutan, Kapolsek juga menyampaikan bahwa anak di atas usia 11 tahun dimungkinkan untuk dilakukan penahanan, dengan syarat ditempatkan di ruang terpisah dari tahanan dewasa.

“Bisa (dilakukan penahanan). Sel dewasa itu ada beberapa petak, disiapkan juga untuk anak-anak. Dipisahkan antara dewasa dan anak di bawah umur,” katanya.

Kapolsek kembali menegaskan bahwa penahanan terhadap anak di bawah usia 11 tahun tidak dibenarkan.

“Kecuali anak usia 11 tahun ke bawah, kalau saya lakukan penahanan itu salah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam Pasal 32 ayat (2) UU SPPA secara tegas disebutkan:

Penahanan terhadap Anak hanya dapat dilakukan dengan syarat:
a. Anak telah berumur 14 (empat belas) tahun atau lebih; dan
b. diduga melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih.

Artinya, batas usia penahanan anak menurut undang-undang adalah 14 tahun, bukan 11 tahun sebagaimana disampaikan Kapolsek.

Diketahui, dalam kasus dugaan pengeroyokan tersebut terdapat tujuh terduga pelaku, dengan lima di antaranya anak di bawah umur, masing-masing berinisial Z (15), MI (13), H (16), S (16), dan N (16) yang masih berstatus pelajar. Dua terduga lainnya telah berusia dewasa.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 2 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Admin

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA