Polisi Makassar Bangun Pesantren dari Jual Motor, Hasilkan Hafidz dan Santri Al Azhar
Makassar,DNID.co.id – Masih ingat Aiptu M. Zulkifli Efni, anggota Polsek Bontoala Polrestabes Makassar yang beberapa tahun lalu menjual kendaraan bermotornya bahkan rumahnya untuk membangun sebuah pesantren.
Untuk mewujudkan cita-citanya Aiptu Zulkifli mengambil keputusan tegas. Ia rela menjual motor pribadinya seharga Rp19 juta sebagai uang muka untuk pembelian lahan seluas satu hektare di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Tak berhenti di situ, ia juga mengikhlaskan tabungan pribadinya untuk melunasi tanah yang totalnya mencapai Rp200 juta.
Dari pengorbanan dan perjuangannya tersebut, berdirilah Pesantren Al Mulk yang resmi dirintis pada tahun 2019. Pesantren ini kini telah menunjukkan hasil membanggakan.
Beberapa santri berhasil diwisudakan sebagai hafidz Al-Qur’an, bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
“Alhamdulillah sudah ada lulusannya, di pesantren kami telah mewisuda beberapa hafidz Al-Qur’an dan juga mengirim santri untuk belajar di Al Azhar Mesir,” ucap Aiptu Zulkifli, Kamis (26/2/2026).
Sebagai anggota Polri yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan masyarakat, Zulkifli meyakini bahwa iman dan ilmu adalah fondasi utama untuk mencegah perilaku menyimpang dan tindak kejahatan, khususnya di kalangan generasi muda. Baginya, membangun pesantren adalah bagian dari ikhtiar mencetak ulama dan meningkatkan kualitas keimanan umat.
Perjalanan membangun pesantren tidak mudah. Setelah menjual motornya ,ia kemudian menggunakan motor yang jauh lebih tua untuk ke kantor dan beraktifitas.
Namun ia tetap senang dan tidak pernah mengeluh untuk mewujudkan impiannya.Dukungan keluarga, terutama sang istri, menjadi kekuatan besar dalam perjuangannya.
Berkat keikhlasan dan doa, pengorbanan tersebut berbuah manis. Pesantrennya mulai dikenal bahkan santrinya banyak yang berasal dari luar Sulsel seperti Sulteng, Papua,dan Morowali.
Ternyata masih banyak Polisi yang baik yang mau berbuat kebaikan untuk masyarakat seperti Aiptu M.Zulkifli Efni, patut untuk di contoh untuk menciptakan generasi Qur’ani.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polisi Makassar Bangun Pesantren dari Jual Motor, Hasilkan Hafidz dan Santri Al Azhar
JUMAT, 27 FEBRUARI 2026
Makassar,DNID.co.id – Masih ingat Aiptu M. Zulkifli Efni, anggota Polsek Bontoala Polrestabes Makassar yang beberapa tahun lalu menjual kendaraan bermotornya bahkan rumahnya untuk membangun sebuah pesantren.
Untuk mewujudkan cita-citanya Aiptu Zulkifli mengambil keputusan tegas. Ia rela menjual motor pribadinya seharga Rp19 juta sebagai uang muka untuk pembelian lahan seluas satu hektare di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Tak berhenti di situ, ia juga mengikhlaskan tabungan pribadinya untuk melunasi tanah yang totalnya mencapai Rp200 juta.
Dari pengorbanan dan perjuangannya tersebut, berdirilah Pesantren Al Mulk yang resmi dirintis pada tahun 2019. Pesantren ini kini telah menunjukkan hasil membanggakan.
Beberapa santri berhasil diwisudakan sebagai hafidz Al-Qur’an, bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
“Alhamdulillah sudah ada lulusannya, di pesantren kami telah mewisuda beberapa hafidz Al-Qur’an dan juga mengirim santri untuk belajar di Al Azhar Mesir,” ucap Aiptu Zulkifli, Kamis (26/2/2026).
Sebagai anggota Polri yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan masyarakat, Zulkifli meyakini bahwa iman dan ilmu adalah fondasi utama untuk mencegah perilaku menyimpang dan tindak kejahatan, khususnya di kalangan generasi muda. Baginya, membangun pesantren adalah bagian dari ikhtiar mencetak ulama dan meningkatkan kualitas keimanan umat.
Perjalanan membangun pesantren tidak mudah. Setelah menjual motornya ,ia kemudian menggunakan motor yang jauh lebih tua untuk ke kantor dan beraktifitas.
Namun ia tetap senang dan tidak pernah mengeluh untuk mewujudkan impiannya.Dukungan keluarga, terutama sang istri, menjadi kekuatan besar dalam perjuangannya.
Berkat keikhlasan dan doa, pengorbanan tersebut berbuah manis. Pesantrennya mulai dikenal bahkan santrinya banyak yang berasal dari luar Sulsel seperti Sulteng, Papua,dan Morowali.
Ternyata masih banyak Polisi yang baik yang mau berbuat kebaikan untuk masyarakat seperti Aiptu M.Zulkifli Efni, patut untuk di contoh untuk menciptakan generasi Qur'ani.