Masyarakat Lingkar Tambang Kepung Polres Enrekang, Tuntut Kapolres Dicopot dan IUP Tambang Emas Dicabut

Dituding tak obyektif, masyarakat lingkar tambang tuntut Kapolres Enrekang dicopot dan IUP tambang dicabut. (dok.ist)

Dituding tak obyektif, masyarakat lingkar tambang tuntut Kapolres Enrekang dicopot dan IUP tambang dicabut. (dok.ist)

Enrekang, DNID.co.id – Ratusan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Lingkar Tambang Kabupaten Enrekang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Enrekang, Senin (9/3/2026). Mereka menuntut pencopotan Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto serta pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) emas milik CV Hadaf Karya Mandiri.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat yang menilai Kapolres Enrekang tidak berpihak kepada warga yang selama ini menolak rencana aktivitas tambang emas di wilayah mereka.

Dalam orasinya, Zul selaku jenderal lapangan menyebut masyarakat menaruh kecurigaan terhadap adanya konflik kepentingan antara pihak perusahaan dengan aparat kepolisian.

“Kekecewaan masyarakat muncul setelah Tim Legal perusahaan mengaku memiliki hubungan saudara dengan Kapolres Enrekang. Wajar jika kemudian masyarakat menduga ada konflik kepentingan antara institusi Polres dan perusahaan yang ingin memaksakan operasi tambang,” ujar Zul di hadapan massa aksi.

Menurutnya, masyarakat juga mencurigai keterlibatan pihak tertentu dalam insiden yang sebelumnya disebut sebagai kasus penganiayaan di area konsesi tambang.

“Sehingga kejadian di wilayah konsesi yang disebut sebagai penganiayaan sangat dicurigai masyarakat keterlibatan penuh dan otak-otaknya institusi Polres yang selama ini disebut sebagai humas investor untuk melakukan kriminalisasi terhadap warga yang menolak tambang emas,” tegasnya.

Massa masyarakat lingkar tambang gelar aksi di depan Mapolres Enrekang. (dok.ist)

Zul menambahkan, pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan. Namun ia menilai peristiwa tersebut perlu dilihat secara utuh sebelum warga diproses hukum.

“Kami secara aliansi tentu tidak sepakat jika ada warga yang dikriminalisasi tanpa diurai terlebih dahulu penyebab sehingga warga melakukan penganiayaan itu,” katanya.

Ia menerangkan, berdasarkan informasi yang beredar bahwa peristiwa penganiayaan itu terjadi setelah seorang Anggota DPRD disebut menantang massa yang menolak aktivitas pengambilan sampel oleh perusahaan di wilayah yang masih berkonflik.

Selain itu, massa aksi menilai rencana tambang emas tersebut bermasalah secara administrasi dan tidak sesuai dengan tata ruang wilayah Kabupaten Enrekang.

Zul menyebut wilayah Kecamatan Enrekang dan Cendana tidak memiliki alokasi ruang untuk pertambangan emas sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Enrekang.

Mereka juga menuding perusahaan melakukan aktivitas eksplorasi tanpa pembebasan lahan serta tanpa konsultasi publik yang bermakna kepada masyarakat terdampak.

“Berdasarkan PP 96 Tahun 2021 yang telah diubah menjadi PP 35 Tahun 2025, pencabutan IUP sangat memungkinkan jika ditemukan pelanggaran administratif maupun konflik sosial,” ujar Zul.

Massa juga mempertanyakan pernyataan Kapolres Enrekang yang dianggap membenarkan aktivitas pengambilan sampel oleh perusahaan di wilayah konsesi.

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan Kapolres Enrekang yang menyatakan pihak perusahaan mengambil sampel di wilayah konsesi dibenarkan, tapi tidak menunjukkan administrasi tersebut sebagai dasar pernyataannya. Itu membuat masyarakat tidak percaya lagi dan patut dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Aliansi masyarakat menyatakan aksi serupa akan kembali digelar dalam waktu dekat jika tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pihak berwenang.

“Insyaallah masyarakat lingkar tambang di Kabupaten Enrekang akan menggelar aksi susulan di Polres Enrekang dengan tuntutan yang sama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aksi protes akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami tidak akan berhenti selama Kapolres Enrekang belum meninggalkan Kabupaten Enrekang. Kami meminta kepada Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolres Enrekang,” tutupnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 12 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Siaran Pers MLT

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 21:40 WITA

Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA