Jeneponto, DNID.co.id – Bupati Jeneponto resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XII Pemerintah Kabupaten Jeneponto Tahun 2026 yang digelar di Balai Diklat BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Kampus II, Makassar, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr. Muhammad Jufri, Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding, serta Kepala BKPSDM Jeneponto Ahmad Saparuddin.
Dalam laporannya, Ahmad Saparuddin menyampaikan bahwa seluruh peserta yang berjumlah 29 orang dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan hingga sangat memuaskan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan kerja masing-masing.
“Kami berharap para CPNS mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama Latsar dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Muhammad Jufri menegaskan Latsar bukan sekadar proses formal, melainkan momentum perubahan bagi para ASN.
“Ilmu yang diperoleh selama Latsar harus menjadi trigger perubahan di lingkungan kerja,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun birokrasi yang berorientasi pelayanan serta berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Dalam sambutan penutupannya, Bupati Jeneponto memberikan penekanan khusus pada pentingnya integritas dan penguasaan teknologi di era digital saat ini. Ia juga mengingatkan agar ASN tidak mudah terpengaruh informasi hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
“ASN harus terus mengembangkan kemampuan personal, terutama dalam penguasaan teknologi,” tegasnya.
Bupati juga mencontohkan dua pejabat daerah sebagai sosok inspiratif, yakni Kepala Bappeda Dr. Alfian Syam dan Kepala Dinas Dukcapil Dr. Mustaufiq. Keduanya dinilai berhasil menunjukkan kinerja profesional dalam bidang masing-masing.
“Dua pejabat ini dapat menjadi motivasi bagi para peserta Latsar hari ini dalam menjalankan tugas sebagai ASN ke depan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan serta jajaran panitia BKPSDM Jeneponto atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga seluruh upaya yang kita lakukan bernilai ibadah dalam mewujudkan Jeneponto yang bahagia,” tutupnya.
























