Viral di Medsos Dugaan ‘Kumpul Kebo’, Lurah di Bantaeng Tegas Bantah dan Sebut itu Fitnah!
Gambar Ilustrasi Lurah. (dok.ist)
Bantaeng, DNID.co.id – Rekaman video yang diduga menampilkan seorang oknum lurah berinisial T di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, oknum lurah yang belakangan diketahui bernama Tahir disebut berada di sebuah kamar indekos bersama sejumlah perempuan. Video itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi dan komentar dari warganet.
Saat dikonfirmasi, Tahir membenarkan dirinya berada dalam video tersebut. Namun, ia menegaskan rekaman itu merupakan video lama, jauh sebelum dirinya dipercaya menjabat sebagai lurah.
Menurut Tahir, dirinya sempat memilih tidak langsung memberikan klarifikasi ke media karena ingin mencari tahu pihak yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.
“Memang tidak langsung saya mengklarifikasi di media saat itu karena saya berupaya mencari tahu orang yang menjadi narasumber di media. Namun hingga kini kami masih menduga-duga kalau dia juga berada di indekos itu, karena terdapat beberapa orang saat itu, jadi narasi ‘kumpul kebo’ itu fitnah!,” sambungnya.
Ia juga menilai isu yang berkembang telah melebar ke berbagai tudingan yang dinilai merugikan dirinya maupun orang lain yang ada dalam video tersebut.
“Saya pasrah saja, tapi coba kita hubungi perempuan yang ada di gambar dalam berita itu. Sepertinya dia keberatan,” katanya.
Sementara itu, perempuan yang disebut berada dalam video tersebut juga angkat bicara. Ia mengaku keberatan dengan pemberitaan maupun tudingan yang berkembang di media sosial.
“Saya keberatan pak. Waktu itu kita beberapa orang berteman dalam indekos itu, dan saya tidak tahu kalau saya divideokan oleh siapa,” ujarnya.
Ia dengan tegas membantah tudingan terkait “kumpul kebo” sebagaimana narasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan sebelumnya.
“Terkait tudingan kumpul kebo, saya tantang yang berkomentar di media untuk muncul. Tentunya saya akan tindak lanjuti laporan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.
Menurutnya, tuduhan tersebut telah mencemarkan nama baik dirinya.
“Ini pencemaran nama baik,” pungkasnya dengan nada emosional.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Viral di Medsos Dugaan ‘Kumpul Kebo’, Lurah di Bantaeng Tegas Bantah dan Sebut itu Fitnah!
JUMAT, 15 MEI 2026
Bantaeng, DNID.co.id – Rekaman video yang diduga menampilkan seorang oknum lurah berinisial T di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, oknum lurah yang belakangan diketahui bernama Tahir disebut berada di sebuah kamar indekos bersama sejumlah perempuan. Video itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi dan komentar dari warganet.
Saat dikonfirmasi, Tahir membenarkan dirinya berada dalam video tersebut. Namun, ia menegaskan rekaman itu merupakan video lama, jauh sebelum dirinya dipercaya menjabat sebagai lurah.
“Memang itu video lama, dan itu jauh hari sebelum saya jadi lurah,” kata Tahir saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Ia mengaku heran mengapa video tersebut kembali dimunculkan saat dirinya sedang menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintahan.
“Tapi saya tidak tahu apa maksud mereka melempar video itu di media sosial. Waktu itu kami banyak orang di dalam indekos lagi acara,” ujarnya.
Menurut Tahir, dirinya sempat memilih tidak langsung memberikan klarifikasi ke media karena ingin mencari tahu pihak yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.
“Memang tidak langsung saya mengklarifikasi di media saat itu karena saya berupaya mencari tahu orang yang menjadi narasumber di media. Namun hingga kini kami masih menduga-duga kalau dia juga berada di indekos itu, karena terdapat beberapa orang saat itu, jadi narasi ‘kumpul kebo’ itu fitnah!,” sambungnya.
Ia juga menilai isu yang berkembang telah melebar ke berbagai tudingan yang dinilai merugikan dirinya maupun orang lain yang ada dalam video tersebut.
“Saya pasrah saja, tapi coba kita hubungi perempuan yang ada di gambar dalam berita itu. Sepertinya dia keberatan,” katanya.
Sementara itu, perempuan yang disebut berada dalam video tersebut juga angkat bicara. Ia mengaku keberatan dengan pemberitaan maupun tudingan yang berkembang di media sosial.
“Saya keberatan pak. Waktu itu kita beberapa orang berteman dalam indekos itu, dan saya tidak tahu kalau saya divideokan oleh siapa,” ujarnya.
Ia dengan tegas membantah tudingan terkait “kumpul kebo” sebagaimana narasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan sebelumnya.
“Terkait tudingan kumpul kebo, saya tantang yang berkomentar di media untuk muncul. Tentunya saya akan tindak lanjuti laporan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.
Menurutnya, tuduhan tersebut telah mencemarkan nama baik dirinya.
“Ini pencemaran nama baik,” pungkasnya dengan nada emosional.