KLEPU – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Bergas menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran bagi ibu-ibu PKK Dusun Duwet, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh penggunaan tabung gas LPG di lingkungan rumah tangga.
Sosialisasi yang berlangsung secara edukatif dan interaktif itu menghadirkan Arnaz dari Damkar Kecamatan Bergas sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan kebakaran, mulai dari mengenali potensi bahaya hingga cara menghadapi kebocoran dan kebakaran akibat tabung gas LPG.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mempraktikkan prosedur penanganan keadaan darurat agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi serupa.
Arnaz menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami cara menghadapi keadaan darurat kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan tabung gas LPG. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui langkah yang benar dan tidak panik ketika menghadapi situasi tersebut,” ujar Arnaz.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam sesi diskusi maupun praktik simulasi. Para peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan petugas Damkar untuk memahami teknik penanganan kebakaran secara tepat dan aman.
Ibu Lurah Desa Klepu, Tri Hastuti Mustiko Sari, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan Damkar Kecamatan Bergas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membekali warga dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang dan pihak Damkar Kecamatan Bergas yang telah memberikan sosialisasi serta simulasi kepada ibu-ibu PKK Dusun Duwet. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bagaimana cara menghadapi keadaan darurat kebakaran dengan tepat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Melalui program tersebut, KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tanggap, waspada, dan siap menghadapi risiko bencana, khususnya kebakaran di lingkungan permukiman.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
KLEPU – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Bergas menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran bagi ibu-ibu PKK Dusun Duwet, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh penggunaan tabung gas LPG di lingkungan rumah tangga.
Sosialisasi yang berlangsung secara edukatif dan interaktif itu menghadirkan Arnaz dari Damkar Kecamatan Bergas sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan kebakaran, mulai dari mengenali potensi bahaya hingga cara menghadapi kebocoran dan kebakaran akibat tabung gas LPG.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mempraktikkan prosedur penanganan keadaan darurat agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi serupa.
Arnaz menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami cara menghadapi keadaan darurat kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan tabung gas LPG. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui langkah yang benar dan tidak panik ketika menghadapi situasi tersebut," ujar Arnaz.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam sesi diskusi maupun praktik simulasi. Para peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan petugas Damkar untuk memahami teknik penanganan kebakaran secara tepat dan aman.
Ibu Lurah Desa Klepu, Tri Hastuti Mustiko Sari, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan Damkar Kecamatan Bergas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membekali warga dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang dan pihak Damkar Kecamatan Bergas yang telah memberikan sosialisasi serta simulasi kepada ibu-ibu PKK Dusun Duwet. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bagaimana cara menghadapi keadaan darurat kebakaran dengan tepat," tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Melalui program tersebut, KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tanggap, waspada, dan siap menghadapi risiko bencana, khususnya kebakaran di lingkungan permukiman.