KKN Posko 171 Padukan Metode Tradisional dan Modern di Madrasah Galih
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 171 menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif di Madrasah Diniyah (Madin) Hidayatul Mubtadi’in, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (27/08/2026). Sejak awal pekan, mahasiswa turut mengajar sekaligus menyisipkan motivasi belajar dan pembiasaan adab dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Posko 171 di bidang pendidikan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu mendukung proses belajar-mengajar, tetapi juga memberikan variasi metode pembelajaran agar siswa lebih aktif dan tidak mudah bosan.
Padukan Tradisi Madrasah dengan Metode Interaktif
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tetap mempertahankan nilai-nilai dan tradisi keislaman yang telah diterapkan di madrasah. Di sisi lain, mereka memadukannya dengan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif.
Sejumlah materi seperti Bahasa Arab, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami materi sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
“Kami tidak ingin mengubah nilai-nilai luhur dan kebiasaan santri di sini. Kami hanya melengkapi dengan cara mengajar yang lebih variatif agar anak-anak tidak cepat bosan dan lebih mudah memahami materi,” ujar Mursyid, perwakilan tenaga pengajar sekaligus koordinator desa KKN Posko 171.
Sisipkan Motivasi dan Pendidikan Karakter
Selain menyampaikan materi pembelajaran, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar, edukasi tentang pentingnya pendidikan, serta pembiasaan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan terlibat dalam proses belajar yang diberikan mahasiswa.
Kontribusi mahasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari pengawas Madrasah Miftahul Huda, KH. Zakaria. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan suasana baru yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan di madrasah.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa diharapkan memberikan suasana baru yang sangat positif. Anak-anak jadi lebih bersemangat datang ke madrasah,” tutur KH. Zakaria.
Menurutnya, keberagaman latar belakang program studi mahasiswa KKN justru dapat menjadi peluang untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang berbeda.
“Ini menjadi momentum yang pas untuk menyampaikan materi dengan bentuk dan pendekatan yang berbeda,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 171 berharap kontribusi mereka dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus mendorong semangat generasi muda Desa Galih untuk terus menuntut ilmu dan menggapai cita-cita.
Kegiatan pengajaran di madrasah menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Posko 171 dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak-anak di lingkungan perdesaan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN Posko 171 Padukan Metode Tradisional dan Modern di Madrasah Galih
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 171 menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif di Madrasah Diniyah (Madin) Hidayatul Mubtadi'in, Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (27/08/2026). Sejak awal pekan, mahasiswa turut mengajar sekaligus menyisipkan motivasi belajar dan pembiasaan adab dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Posko 171 di bidang pendidikan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu mendukung proses belajar-mengajar, tetapi juga memberikan variasi metode pembelajaran agar siswa lebih aktif dan tidak mudah bosan.
Padukan Tradisi Madrasah dengan Metode Interaktif
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tetap mempertahankan nilai-nilai dan tradisi keislaman yang telah diterapkan di madrasah. Di sisi lain, mereka memadukannya dengan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif.
Sejumlah materi seperti Bahasa Arab, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami materi sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
"Kami tidak ingin mengubah nilai-nilai luhur dan kebiasaan santri di sini. Kami hanya melengkapi dengan cara mengajar yang lebih variatif agar anak-anak tidak cepat bosan dan lebih mudah memahami materi," ujar Mursyid, perwakilan tenaga pengajar sekaligus koordinator desa KKN Posko 171.
Sisipkan Motivasi dan Pendidikan Karakter
Selain menyampaikan materi pembelajaran, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar, edukasi tentang pentingnya pendidikan, serta pembiasaan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan terlibat dalam proses belajar yang diberikan mahasiswa.
Kontribusi mahasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari pengawas Madrasah Miftahul Huda, KH. Zakaria. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan suasana baru yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan di madrasah.
"Kehadiran adik-adik mahasiswa diharapkan memberikan suasana baru yang sangat positif. Anak-anak jadi lebih bersemangat datang ke madrasah," tutur KH. Zakaria.
Menurutnya, keberagaman latar belakang program studi mahasiswa KKN justru dapat menjadi peluang untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang berbeda.
"Ini menjadi momentum yang pas untuk menyampaikan materi dengan bentuk dan pendekatan yang berbeda," tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 171 berharap kontribusi mereka dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus mendorong semangat generasi muda Desa Galih untuk terus menuntut ilmu dan menggapai cita-cita.
Kegiatan pengajaran di madrasah menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Posko 171 dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak-anak di lingkungan perdesaan.