Pojok Baca MI NU 31 Jatipurwo Diperkuat, Minat Baca Siswa Didorong
KENDAL — Upaya meningkatkan minat baca siswa di MI NU 31 Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mendapat dukungan melalui penambahan fasilitas pojok baca berupa lemari dan sejumlah buku bacaan, Jumat (28/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung budaya literasi.
Penambahan fasilitas tersebut dilakukan setelah melihat kebutuhan sarana membaca di MI NU 31 Jatipurwo. Sekolah dinilai belum memiliki ruang perpustakaan yang dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga pojok baca menjadi alternatif untuk menghadirkan akses bacaan yang lebih mudah bagi siswa.
Lemari dan buku yang diserahkan akan ditempatkan di area pojok baca agar dapat dimanfaatkan siswa pada waktu luang maupun di sela-sela kegiatan pembelajaran. Koleksi buku cerita yang tersedia juga diharapkan menarik minat siswa, khususnya anak-anak di kelas bawah.
Wali kelas MI NU 31 Jatipurwo, Utnawati Monica, S.Pd.I., menyambut baik penambahan fasilitas tersebut. Menurutnya, pojok baca dapat membantu memperluas wawasan siswa sekaligus mendorong kembali kebiasaan membaca yang dinilai mulai berkurang.
“Harapannya dengan adanya pojok baca ini dapat menambah wawasan anak dalam literasi. Saat ini memang minat baca anak sedikit berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terlebih ketika di rumah anak-anak lebih sering menggunakan HP,” ujar Utnawati Monica.
Ia menilai keberadaan pojok baca juga penting bagi siswa kelas bawah yang masih membutuhkan dorongan untuk mengenal buku dan berbagai pengetahuan baru.
“Apalagi di sini banyak buku cerita. Musala itu selain untuk salat, anak-anak ketika istirahat juga suka berada di sana. Semoga pojok baca ini lebih bermanfaat dan terus berkembang,” tambahnya.
Menurut Utnawati, siswa kelas atas kini semakin mengenal perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI). Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan budaya membaca agar siswa tetap memiliki kebiasaan memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber.
Ia juga berharap perhatian terhadap fasilitas literasi di MI NU 31 Jatipurwo dapat terus berlanjut. Sebelumnya, pihak perpustakaan daerah juga disebut telah melakukan peninjauan ke sekolah.
“Terima kasih sekali kepada KKN yang sudah direpotkan di MI Jatipurwo. Semua kegiatan untuk anak-anak luar biasa,” ungkapnya.
Pojok Baca Jadi Alternatif Fasilitas Literasi
Perwakilan Divisi Pendidikan Keagamaan mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengatakan, penambahan lemari dan buku tersebut merupakan hasil pengamatan terhadap kondisi fasilitas membaca di sekolah.
“Kami mendonasikan lemari dan buku untuk pojok baca di MI NU karena melihat bahwa fasilitas untuk membaca di sekolah masih perlu ditingkatkan. Salah satu pertimbangannya adalah belum tersedianya ruang perpustakaan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa,” jelasnya.
Menurutnya, pojok baca dipilih sebagai alternatif yang lebih sederhana dan mudah dimanfaatkan tanpa harus menunggu tersedianya ruang perpustakaan khusus.
“Karena itu, kami ingin menghadirkan pojok baca sebagai alternatif yang lebih sederhana, tetapi tetap bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca dan menambah wawasan,” lanjutnya.
Dengan adanya fasilitas baru tersebut, siswa diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk membaca buku-buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Selain menjadi tempat membaca, pojok baca juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengisi waktu luang dan menemukan pengetahuan baru.
Penambahan fasilitas literasi di MI NU 31 Jatipurwo diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar diperlukan agar budaya literasi dapat tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian siswa.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pojok Baca MI NU 31 Jatipurwo Diperkuat, Minat Baca Siswa Didorong
SABTU, 29 AGUSTUS 2026
KENDAL — Upaya meningkatkan minat baca siswa di MI NU 31 Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mendapat dukungan melalui penambahan fasilitas pojok baca berupa lemari dan sejumlah buku bacaan, Jumat (28/8/2026). Bantuan tersebut diharapkan memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung budaya literasi.
Penambahan fasilitas tersebut dilakukan setelah melihat kebutuhan sarana membaca di MI NU 31 Jatipurwo. Sekolah dinilai belum memiliki ruang perpustakaan yang dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga pojok baca menjadi alternatif untuk menghadirkan akses bacaan yang lebih mudah bagi siswa.
Lemari dan buku yang diserahkan akan ditempatkan di area pojok baca agar dapat dimanfaatkan siswa pada waktu luang maupun di sela-sela kegiatan pembelajaran. Koleksi buku cerita yang tersedia juga diharapkan menarik minat siswa, khususnya anak-anak di kelas bawah.
Wali kelas MI NU 31 Jatipurwo, Utnawati Monica, S.Pd.I., menyambut baik penambahan fasilitas tersebut. Menurutnya, pojok baca dapat membantu memperluas wawasan siswa sekaligus mendorong kembali kebiasaan membaca yang dinilai mulai berkurang.
“Harapannya dengan adanya pojok baca ini dapat menambah wawasan anak dalam literasi. Saat ini memang minat baca anak sedikit berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terlebih ketika di rumah anak-anak lebih sering menggunakan HP,” ujar Utnawati Monica.
Ia menilai keberadaan pojok baca juga penting bagi siswa kelas bawah yang masih membutuhkan dorongan untuk mengenal buku dan berbagai pengetahuan baru.
“Apalagi di sini banyak buku cerita. Musala itu selain untuk salat, anak-anak ketika istirahat juga suka berada di sana. Semoga pojok baca ini lebih bermanfaat dan terus berkembang,” tambahnya.
Menurut Utnawati, siswa kelas atas kini semakin mengenal perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI). Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan budaya membaca agar siswa tetap memiliki kebiasaan memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber.
Ia juga berharap perhatian terhadap fasilitas literasi di MI NU 31 Jatipurwo dapat terus berlanjut. Sebelumnya, pihak perpustakaan daerah juga disebut telah melakukan peninjauan ke sekolah.
“Terima kasih sekali kepada KKN yang sudah direpotkan di MI Jatipurwo. Semua kegiatan untuk anak-anak luar biasa,” ungkapnya.
Pojok Baca Jadi Alternatif Fasilitas Literasi
Perwakilan Divisi Pendidikan Keagamaan mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengatakan, penambahan lemari dan buku tersebut merupakan hasil pengamatan terhadap kondisi fasilitas membaca di sekolah.
“Kami mendonasikan lemari dan buku untuk pojok baca di MI NU karena melihat bahwa fasilitas untuk membaca di sekolah masih perlu ditingkatkan. Salah satu pertimbangannya adalah belum tersedianya ruang perpustakaan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa,” jelasnya.
Menurutnya, pojok baca dipilih sebagai alternatif yang lebih sederhana dan mudah dimanfaatkan tanpa harus menunggu tersedianya ruang perpustakaan khusus.
“Karena itu, kami ingin menghadirkan pojok baca sebagai alternatif yang lebih sederhana, tetapi tetap bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca dan menambah wawasan,” lanjutnya.
Dengan adanya fasilitas baru tersebut, siswa diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk membaca buku-buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Selain menjadi tempat membaca, pojok baca juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengisi waktu luang dan menemukan pengetahuan baru.
Penambahan fasilitas literasi di MI NU 31 Jatipurwo diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar diperlukan agar budaya literasi dapat tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian siswa.