Geliat ‘Halal Lifestyle’ di Tengah Hiruk Pikuk dan Kemegahan PIK 2
Tangerang,DNID.co.id – Kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kini menyajikan pesona yang berbeda. Di balik kemegahan tata kotanya, terselip antusiasme luar biasa terhadap gaya hidup halal (halal lifestyle) yang tengah menjadi sorotan publik.
Suasana tersebut,tergambar dalam kemeriahan Indonesia Halal Brands & Food (IHBF) Expo 2026 yang digelar pada 29-31 Mei 2026 di Hall 8, Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Mengusung kolaborasi Kemenag, BPJPH, Kadin Indonesia, dan DARE Indonesia, pameran ini menjadi etalase megah yang membuktikan bahwa halal kini telah menjelma menjadi budaya global lintas sekat, menjaring dukungan penuh dari berbagai lini, termasuk Menteri Agama dan Pengusaha Nasional Sandiaga Uno yang turut mendorong ekosistem halal Indonesia agar makin menggema di dunia.
Kehadiran IHBF di PIK 2 membawa ambiens kebangkitan yang inklusif. Menteri Agama menyoroti fenomena menarik ini sebagai wujud nyata sinergi harmonis antarumat beragama di Indonesia.
“Sekarang ini halal seperti menjadi budaya khusus, banyak yang tanya dan mencari, terlebih di kawasan PIK ini,” ujar Menag dengan bangga.
Sementara itu, berjalan menyusuri lorong-lorong pameran, pengunjung disuguhkan geliat ekonomi umat yang riil. Sebanyak 75 stan UMKM halal berjejer rapi, menghadirkan ragam inovasi mulai dari sektor fashion, food and beverage, merchandise lokal, hingga kehadiran Financial Technology (Fintech) syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BSN.
Ekosistem ini juga diperkuat oleh deretan UMKM mitra binaan BUMN seperti PLN, PT ANTAM, dan Pegadaian, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah yang diwakili oleh UMKM Pemprov Jawa Tengah dan Dinas Koperasi Kota Semarang.
Di antara puluhan partisipan, beberapa stan berhasil mencuri perhatian pengunjung, karena inovasinya yang mendobrak batas. Salah satunya adalah jenama lokal ‘Kain Halal’. Tidak sekadar berjualan pakaian, mereka dengan berani membranding diri sebagai produsen kemeja dan benang halal pertama yang kini sudah mengantongi kesiapan untuk merambah pasar ekspor ke wilayah Eropa dan Timur Tengah.
Pesona fashion juga semakin semarak dengan unjuk gigi Epica Couture yang menghadirkan fashion show busana muslimah modern, membuktikan bahwa gaya hidup halal dapat tampil elegan, modis, dan sejalan dengan tren global.
Sisi humanis dan inklusivitas Islam terekam indah di stan Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ). Di sana, pengunjung tidak hanya melihat mushaf biasa, melainkan lembaran Al-Qur’an bahasa isyarat dan Al-Qur’an Braille.
Pemandangan ini menjadi manifestasi dari apa yang digaungkan oleh Menag tentang dimensi penghayatan. Agama hadir memeluk seluruh kalangan tanpa terkecuali, memberikan akses spiritual yang setara bagi teman-teman disabilitas.
Menag kembali menegaskan bahwa pengembangan halal lifestyle harus berjalan pada dua rel utama: scope (kesemarakan/eksposur) dan force (penghayatan/pendalaman).
Keberadaan 75 stan ini adalah scope yang brilian, namun di baliknya harus ada force yang kuat. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak semata mencari pundi-pundi rupiah.
“Mari kita jangan hanya (mencari keuntungan dari) transaksi jual beli, tapi kita kampanyekan keislaman. Ini adalah bentuk jihad, usaha sungguh-sungguh untuk mengangkat nama Allah,” tegasnya.
Ambisi pemerintah tidak main-main. Dari sekadar pasar konsumtif, Indonesia ditargetkan menjadi negara produsen produk halal nomor satu (the top one) di dunia.
IHBF Expo diharapkan menjadi momentum untuk meng-upgrade kesadaran yang ibarat buih tersebut menjadi ombak kekuatan ekonomi umat.
Acara ini adalah fondasi edukasi bagi generasi muda sekaligus pegiat ekosistem halal serta panggung unjuk gigi bahwa sebagai “the biggest muslim country in the world”, Indonesia siap memimpin era kebangkitan cendekiawan dan produsen halal global, merajut rahmatan lil ‘alamin dalam setiap helai benang, suapan makanan, dan lembar inovasi yang ditawarkannya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Geliat 'Halal Lifestyle' di Tengah Hiruk Pikuk dan Kemegahan PIK 2
SABTU, 30 MEI 2026
Tangerang,DNID.co.id - Kawasan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kini menyajikan pesona yang berbeda. Di balik kemegahan tata kotanya, terselip antusiasme luar biasa terhadap gaya hidup halal (halal lifestyle) yang tengah menjadi sorotan publik.
Suasana tersebut,tergambar dalam kemeriahan Indonesia Halal Brands & Food (IHBF) Expo 2026 yang digelar pada 29-31 Mei 2026 di Hall 8, Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Mengusung kolaborasi Kemenag, BPJPH, Kadin Indonesia, dan DARE Indonesia, pameran ini menjadi etalase megah yang membuktikan bahwa halal kini telah menjelma menjadi budaya global lintas sekat, menjaring dukungan penuh dari berbagai lini, termasuk Menteri Agama dan Pengusaha Nasional Sandiaga Uno yang turut mendorong ekosistem halal Indonesia agar makin menggema di dunia.
Kehadiran IHBF di PIK 2 membawa ambiens kebangkitan yang inklusif. Menteri Agama menyoroti fenomena menarik ini sebagai wujud nyata sinergi harmonis antarumat beragama di Indonesia.
"Sekarang ini halal seperti menjadi budaya khusus, banyak yang tanya dan mencari, terlebih di kawasan PIK ini," ujar Menag dengan bangga.
Sementara itu, berjalan menyusuri lorong-lorong pameran, pengunjung disuguhkan geliat ekonomi umat yang riil. Sebanyak 75 stan UMKM halal berjejer rapi, menghadirkan ragam inovasi mulai dari sektor fashion, food and beverage, merchandise lokal, hingga kehadiran Financial Technology (Fintech) syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BSN.
Ekosistem ini juga diperkuat oleh deretan UMKM mitra binaan BUMN seperti PLN, PT ANTAM, dan Pegadaian, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah yang diwakili oleh UMKM Pemprov Jawa Tengah dan Dinas Koperasi Kota Semarang.
Di antara puluhan partisipan, beberapa stan berhasil mencuri perhatian pengunjung, karena inovasinya yang mendobrak batas. Salah satunya adalah jenama lokal 'Kain Halal'. Tidak sekadar berjualan pakaian, mereka dengan berani membranding diri sebagai produsen kemeja dan benang halal pertama yang kini sudah mengantongi kesiapan untuk merambah pasar ekspor ke wilayah Eropa dan Timur Tengah.
Pesona fashion juga semakin semarak dengan unjuk gigi Epica Couture yang menghadirkan fashion show busana muslimah modern, membuktikan bahwa gaya hidup halal dapat tampil elegan, modis, dan sejalan dengan tren global.
Sisi humanis dan inklusivitas Islam terekam indah di stan Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ). Di sana, pengunjung tidak hanya melihat mushaf biasa, melainkan lembaran Al-Qur'an bahasa isyarat dan Al-Qur'an Braille.
Pemandangan ini menjadi manifestasi dari apa yang digaungkan oleh Menag tentang dimensi penghayatan. Agama hadir memeluk seluruh kalangan tanpa terkecuali, memberikan akses spiritual yang setara bagi teman-teman disabilitas.
Menag kembali menegaskan bahwa pengembangan halal lifestyle harus berjalan pada dua rel utama: scope (kesemarakan/eksposur) dan force (penghayatan/pendalaman).
Keberadaan 75 stan ini adalah scope yang brilian, namun di baliknya harus ada force yang kuat. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak semata mencari pundi-pundi rupiah.
"Mari kita jangan hanya (mencari keuntungan dari) transaksi jual beli, tapi kita kampanyekan keislaman. Ini adalah bentuk jihad, usaha sungguh-sungguh untuk mengangkat nama Allah," tegasnya.
Ambisi pemerintah tidak main-main. Dari sekadar pasar konsumtif, Indonesia ditargetkan menjadi negara produsen produk halal nomor satu (the top one) di dunia.
IHBF Expo diharapkan menjadi momentum untuk meng-upgrade kesadaran yang ibarat buih tersebut menjadi ombak kekuatan ekonomi umat.
Acara ini adalah fondasi edukasi bagi generasi muda sekaligus pegiat ekosistem halal serta panggung unjuk gigi bahwa sebagai "the biggest muslim country in the world", Indonesia siap memimpin era kebangkitan cendekiawan dan produsen halal global, merajut rahmatan lil 'alamin dalam setiap helai benang, suapan makanan, dan lembar inovasi yang ditawarkannya.