Pemuda Lira Minta Kejati Sulsel Usut Dugaan Pengrusakan Aset Daerah

Bantaeng, DNID.co.id – Ketua Pemuda Lira Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, meminta Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melakukan pendalaman secara menyeluruh terhadap laporan dugaan hilangnya aset Rumah Dinas (Rumdis) SD Inpres Panjang yang disebut sebagai aset milik Pemerintah.

Menurut Andi Yusdanar, laporan yang telah disampaikan tidak hanya menyangkut hilangnya Aset Daerah, tetapi juga dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara maupun daerah.

“Kami meminta tim penyelidik Kejati Sulsel memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan negara maupun daerah terkait raibnya RUMDIS SD Inpres Panjang,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Selain itu, Pemuda LIRA juga meminta penyidik memeriksa Ketua Satuan Tugas (Satgas) terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil, dengan merujuk pada rekaman yang telah diserahkan kepada penyidik serta fakta-fakta yang menurut mereka ditemukan di lapangan.

Menurut Andi, penyidik perlu mendalami dugaan keterlibatan seorang bernama Cukki yang disebut merupakan kerabat Ketua Satgas.

“Kami meminta penyidik mendalami korelasi keterlibatan saudara Cukki. Yang menjadi pertanyaan kami, apa hubungan yang bersangkutan dengan proyek tersebut, karena berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan bukan berasal dari yayasan, bukan investor, dan bukan pula bagian dari Satgas,” katanya.

Ia menyebut pihaknya mempertanyakan dugaan peran Cukki yang disebut mendampingi pihak yayasan hingga proses pembongkaran rumah dinas tersebut.

Karena itu, Pemuda LIRA meminta Kejati Sulsel menelusuri seluruh fakta tersebut melalui proses penyelidikan yang objektif.

Tidak hanya itu, Andi Yusdanar juga meminta penyidik mendalami peran seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan lima titik SPPG Terpencil di Kabupaten Bantaeng.

Menurutnya, salah satu lokasi pembangunan tersebut diduga berdampak pada hilangnya aset daerah berupa Rumah Dinas SD Inpres Panjang.

“Kami meminta tim Kejati mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam lima titik pembangunan SPPG Terpencil, khususnya pada lokasi yang diduga berdampak terhadap hilangnya aset daerah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan hingga saat ini belum terdapat pihak yang secara resmi bertanggung jawab atas dugaan hilangnya aset pemerintah tersebut.

“Hingga detik ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas dugaan peristiwa melawan hukum yang mengakibatkan aset daerah itu hilang,” tegasnya.

Pemuda LIRA berharap Kejati Sulawesi Selatan dapat mengusut perkara tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang tersedia, sehingga terdapat kepastian hukum atas dugaan hilangnya aset milik Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 29 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh. Akbar Razak

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan
Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT
Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi
Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Kamis, 17 September 2026 - 18:30 WITA

Praperadilan Hendy di PN Pangkalpinang: Penyidik Dicecar Dasar Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi MOT

Kamis, 17 September 2026 - 16:55 WITA

Terekam dan Tertangkap, Pria Diduga Asusila di Tempat Umum Diamankan Polisi

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WITA

Dana BPJS Nakes Diduga Mengendap di RSUD Syekh Yusuf, Kejari Gowa Turun Telusuri Jejaknya

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA