Warga Keluhkan SPBU Kalukuang Jeneponto, Pengisian Jerigen Lebih Diutamakan Daripada Kendaraan

Kondisi pengisian BBM di SPBU Kalukuang Jeneponto. (dok:LG)

Kondisi pengisian BBM di SPBU Kalukuang Jeneponto. (dok:LG)

JENEPONTO, DNID.co.id – Pelayanan di SPBU Kalukuang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan.

Sejumlah warga mengeluhkan lamanya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang diduga dipicu karena petugas lebih mengutamakan pengisian BBM ke jerigen dibandingkan kendaraan yang telah lama mengantre.

Salah seorang warga berinisial, LG, mengaku harus menunggu hingga lebih dari dua jam hanya untuk mengisi bensin, meski jumlah kendaraan yang mengantre tidak terlalu banyak.

Menurutnya, ia mulai mengantre sekitar pukul 17.30 Wita. Namun, hingga waktu salat Isya berlalu, barulah ia mendapat giliran mengisi BBM.

“Saya antre dari jam 17.30 sore, baru dapat giliran setelah habis Isya. Padahal kendaraan yang antre tidak banyak, saya antre urutan ketujuh. Saya pikir cepat karena cuma tujuh kendaraan di depan, ternyata menunggu sampai lebih dua jam,” ungkapnya kepada DNID, Minggu (2/8/2026).

Dia menilai lamanya antrean bukan disebabkan banyaknya kendaraan, melainkan karena pengisian BBM ke jerigen dilakukan secara terus-menerus dan dalam jumlah yang banyak.

Ia mengaku melihat kendaraan yang mengantre harus berkali-kali menunggu karena petugas lebih dahulu melayani pengisian jerigen.

“Yang bikin lama itu karena orang datang bawa jerigen. Bukannya selang-seling antara kendaraan dengan jerigen, tapi jerigen terus yang dipenuhi. Akhirnya kendaraan yang antre cuma menunggu. Ini sangat memperlambat pelayanan,” katanya.

Menurut LG, jika memang pengisian jerigen diperbolehkan sesuai ketentuan, seharusnya tetap ada pengaturan yang adil agar kendaraan yang mengantre tidak dirugikan.

“Kalau memang harus layani jerigen, ya silakan. Tapi jangan sampai kendaraan yang sudah antre lama justru dikorbankan. Harus ada sistem selang-seling supaya semua terlayani dengan baik,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja mengisi BBM di SPBU tersebut karena hendak pulang ke kampung halaman. Namun, waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan justru habis di lokasi antrean.

“Saya sengaja isi bensin karena mau balik kampung. Tapi malah habis waktu di antrean. Ini sangat merugikan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar apabila dialami masyarakat yang sedang memiliki keperluan mendesak.

“Bagaimana kalau ada orang yang sedang buru-buru, ada keluarga sakit, atau ada urusan penting. Dua jam hanya untuk isi bensin tentu sangat mengganggu. Pelayanan seperti ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Ia berharap pengelola maupun pengawas SPBU Kalukuang segera melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Saya berharap Kepala SPBU maupun pengawas benar-benar memperhatikan persoalan ini. Tolong ditata dengan baik sistem antreannya. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena pelayanan yang tidak tertib. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” harapnya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena pelayanan SPBU merupakan fasilitas publik yang seharusnya mengedepankan asas keadilan, ketertiban, dan kenyamanan bagi seluruh konsumen. Apabila pengisian BBM ke jerigen memang dilakukan, mekanismenya diharapkan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku serta tidak menghambat pelayanan kepada kendaraan yang telah lebih dahulu mengantre.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU Kalukuang terkait keluhan warga tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 3 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh Akbar Razak

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Berita Terbaru