BBM Subsidi Langka di Empat Kabupaten Sulsel, Sopir Ekspedisi Keluhkan Antrean Berjam-jam
Sulsel-DNID.co.id, Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dikeluhkan pengendara. Kondisi tersebut disebut terjadi di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Dedi, seorang sopir ekspedisi yang sehari-hari melintasi empat kabupaten tersebut, mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU yang disinggahinya.
Menurut Dedi, dirinya terkadang harus mengantre berjam-jam, bahkan menghabiskan waktu cukup lama menunggu ketersediaan BBM. Kondisi itu dinilai berdampak pada aktivitas pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi.
“Saya ini sopir yang setiap hari melintas Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Kadang di SPBU stok BBM subsidi sudah habis atau sulit didapat. Kami harus antre berjam-jam,” ujar Dedi, Minggu (6/9/2026).
Ia mengatakan lamanya antrean untuk mendapatkan bahan bakar turut menghambat waktu pengiriman barang hingga sampai ke tujuan.
“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, tentu aktivitas ekonomi ikut terganggu. Jasa pengiriman juga terlambat karena waktu banyak habis untuk mencari dan mengantre BBM,” katanya.
Dedi berharap pihak terkait, khususnya Pertamina, dapat memastikan pasokan dan distribusi BBM subsidi di Sulawesi Selatan berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha transportasi dapat terpenuhi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait keluhan mengenai ketersediaan BBM subsidi di empat kabupaten Sulawesi Selatan tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
BBM Subsidi Langka di Empat Kabupaten Sulsel, Sopir Ekspedisi Keluhkan Antrean Berjam-jam
MINGGU, 6 SEPTEMBER 2026
Sulsel-DNID.co.id, Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dikeluhkan pengendara. Kondisi tersebut disebut terjadi di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Dedi, seorang sopir ekspedisi yang sehari-hari melintasi empat kabupaten tersebut, mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU yang disinggahinya.
Menurut Dedi, dirinya terkadang harus mengantre berjam-jam, bahkan menghabiskan waktu cukup lama menunggu ketersediaan BBM. Kondisi itu dinilai berdampak pada aktivitas pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi.
“Saya ini sopir yang setiap hari melintas Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Kadang di SPBU stok BBM subsidi sudah habis atau sulit didapat. Kami harus antre berjam-jam,” ujar Dedi, Minggu (6/9/2026).
Ia mengatakan lamanya antrean untuk mendapatkan bahan bakar turut menghambat waktu pengiriman barang hingga sampai ke tujuan.
“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, tentu aktivitas ekonomi ikut terganggu. Jasa pengiriman juga terlambat karena waktu banyak habis untuk mencari dan mengantre BBM,” katanya.
Dedi berharap pihak terkait, khususnya Pertamina, dapat memastikan pasokan dan distribusi BBM subsidi di Sulawesi Selatan berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha transportasi dapat terpenuhi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait keluhan mengenai ketersediaan BBM subsidi di empat kabupaten Sulawesi Selatan tersebut.