25 Ribu Warga asakota Butuh Layanan kesehatan, Eks RSUD Ranggo Diusulkan Jadi Puskesmas

KOTA BIMA,Dnid.co.id — Ketua Karang Taruna Kecamatan Asakota, Mardiansyah Hijo, mendorong Pemerintah Kota Bima mengoptimalkan eks RSUD Ranggo menjadi Puskesmas penyangga wilayah Utara Asakota.

 

Usulan ini mencakup lima wilayah—Jatibaru Timur, Jatibaru Barat, Jatiwangi, Ule, dan Melayu dengan sekitar 25 ribu DPT.

 

Mardiansyah Hijo menilai kebutuhan tersebut mendesak karena Puskesmas Jatibaru belum memiliki ruang rawat inap. Warga yang membutuhkan perawatan lanjutan harus menuju fasilitas lain, termasuk RSUD Kota Bima di Raba dengan waktu tempuh sekitar 15–20 menit.

 

“Pelayanan kesehatan harus sedekat mungkin dengan masyarakat. Bagi warga berpenghasilan rendah, biaya transportasi juga menjadi beban,” katanya.

 

Ia mengusulkan Puskesmas Jatibaru diarahkan menjadi Pustu, sementara eks RSUD Ranggo dikembangkan sebagai Puskesmas Ranggo yang lebih representatif.

 

Mardiansyah meminta pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan layanan dasar jika eks fasilitas kesehatan Ranggo hendak digunakan untuk layanan khusus, seperti penanganan narkoba dan ODGJ.

 

“Kami tidak menolak pelayanan khusus, tetapi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat Utara Asakota juga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

 

Selain memperluas akses layanan, pengembangan Puskesmas Ranggo dinilai berpotensi membuka lapangan kerja bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.

 

Karang Taruna Kecamatan Asakota meminta Pemkot Bima melakukan kajian objektif dan terbuka agar eks RSUD Ranggo kembali memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan kesehatan yang dekat, layak, terjangkau, dan merata.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 9 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Aditiya

Editor: Admin

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor
Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal
Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:15 WITA

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28 WITA

Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA