Warga Pasar Tradisional Pepabri Sudiang Geger,Penjual Ikan Meninggal Mendadak.
Makassar, DNID.co.id – Warga sekitar Pasar Tradisional BTN Pepabri Sudiang,Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar digegerkan dengan meninggalnya seorang penjual ikan bernama Abidin di lapak jualannya, Sabtu (21/09/2024).
Kejadian bermula ketika salah satu rekannya, Ahmad, melihat Abidin tampak lemas dan terbaring di lapaknya. Ahmad bersama H. Haris kemudian membantu memindahkan Abidin ke posisi duduk yang lebih nyaman. Namun, tidak lama kemudian, Abidin dinyatakan meninggal dunia.
H. Haris, salah satu rekan korban, menyatakan bahwa Abidin sudah lama mengeluhkan sakit perut dan batuk, namun tetap berjualan ikan di pasar bersama mereka.
“Dia memang sudah sering mengeluh sakit, tapi tetap saja datang berjualan,” ujar H. Haris.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, IPTU Syuryadi Syamal, S.Psi, yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa setelah pihaknya tiba di TKP dan memeriksa korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.
“Dari keterangan saksi-saksi di lokasi serta keluarga korban, semuanya sama. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi,” tambah IPTU Syuryadi.
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Warga Pasar Tradisional Pepabri Sudiang Geger,Penjual Ikan Meninggal Mendadak.
SENIN, 23 SEPTEMBER 2024
Makassar, DNID.co.id – Warga sekitar Pasar Tradisional BTN Pepabri Sudiang,Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar digegerkan dengan meninggalnya seorang penjual ikan bernama Abidin di lapak jualannya, Sabtu (21/09/2024).
Kejadian bermula ketika salah satu rekannya, Ahmad, melihat Abidin tampak lemas dan terbaring di lapaknya. Ahmad bersama H. Haris kemudian membantu memindahkan Abidin ke posisi duduk yang lebih nyaman. Namun, tidak lama kemudian, Abidin dinyatakan meninggal dunia.
H. Haris, salah satu rekan korban, menyatakan bahwa Abidin sudah lama mengeluhkan sakit perut dan batuk, namun tetap berjualan ikan di pasar bersama mereka.
“Dia memang sudah sering mengeluh sakit, tapi tetap saja datang berjualan,” ujar H. Haris.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, IPTU Syuryadi Syamal, S.Psi, yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa setelah pihaknya tiba di TKP dan memeriksa korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya.
“Dari keterangan saksi-saksi di lokasi serta keluarga korban, semuanya sama. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi,” tambah IPTU Syuryadi.