Proyek Jembatan Hampir 8 Miliar di Enrekang Tuai Sorotan, Pemkab Diminta Transparan

Enrekang,Sulsel–Dnid.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat kucuran dana hibah sebesar Rp22,2 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut akan dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah.

Dari total anggaran tersebut, terdapat lima kegiatan prioritas, antara lain rehabilitasi ruas jalan Cakke–Baraka di Desa Saruran senilai Rp3,9 miliar untuk panjang 160 meter, rekonstruksi ruas jalan Lebani–Batarang Rp1,4 miliar dengan volume 170 meter, serta peningkatan jalan Gura–Dantelemo di Desa Latimojong Rp1,4 miliar untuk 100 meter.

Selain itu, dua proyek jembatan masuk dalam daftar, yakni Jembatan Napoan di Desa Matajang dengan anggaran Rp7,4 miliar untuk 35 meter, serta Jembatan Membura–Katimbang di Desa Cemba yang menelan biaya Rp7,9 miliar untuk panjang sama, 35 meter.

Salah seorang tokoh muda Enrekang, Misbah, menyampaikan bahwa sebagai putra daerah, tentu sangat berharap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, terlebih lagi dengan adanya anggaran hibah BNPB sebesar Rp22,2 miliar agar betul-betul dikerjakan sesuai mekanisme yang ada.

Menurut Misbah, dari 5 item kegiatan yang akan mulai berjalan, agar betul-betul diawasi oleh masyarakat seperti mengidentifikasi penyimpangan, memastikan kepatuhan aturan, memantau kualitas pekerjaan, serta berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pembangunan dan tidak takut untuk melaporkan jika ada masalah.

“Saya sangat berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan Polres Enrekang, agar dapat mengawasi proyek melalui fungsi pengamanan pembangunan strategis, pencegahan korupsi, dan penegakan hukum terhadap penyimpangan yang terjadi dalam proyek konstruksi seperti yang tercantum dalam berbagai undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (24/09/2025).

Misbah memberikan catatan khusus untuk proyek jembatan di Desa Cemba. Ia menilai alokasi anggaran hampir Rp8 miliar untuk jembatan dengan panjang hanya 35 meter dan lebar 6 meter terbilang tidak rasional.

“Anggaran sebesar itu untuk volume sekecil ini wajar jika memunculkan pertanyaan. Masyarakat perlu tahu secara transparan bagaimana desain proyek dan rincian RAB-nya, supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” tegas Misbah melalui siaran pers, Kamis (24/9/2025).

Ia menambahkan, penggunaan dana hibah BNPB harus benar-benar sesuai mekanisme dan diawasi ketat. Masyarakat, kata dia, tidak boleh ragu untuk mengidentifikasi penyimpangan, memastikan kualitas pekerjaan, hingga melaporkan bila ada kejanggalan, seperti penganggaran jembatan di desa Cemba ini.

Bahkan, Misbah secara terbuka menantang Pemkab Enrekang khususnya BPBD untuk memberikan klarifikasi resmi soal penganggaran jembatan di Desa Cemba.

“Kami tantang Pemkab Enrekang dalam hal ini BPBD, agar memberikan klarifikasi terkait jumlah anggaran yang digelontorkan untuk rekonstruksi Jembatan Membura–Katimbang di Desa Cemba yang diduga tidak rasional. Proyek ini harus jelas, jangan sampai dana miliaran rupiah hanya jadi bahan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” tegas Misbah.

Sorotan terhadap proyek jembatan di Desa Cemba semakin menambah daftar panjang tuntutan transparansi dalam pengelolaan anggaran infrastruktur di Enrekang. Publik kini menunggu jawaban resmi dari pemerintah daerah.

Simpan Gambar:

Jumat, 26 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Buntunya Akses Informasi di Dinas PUPR Gowa, Hibah Rp3,4 M ke PDAM Kian Misterius
PDAM Gowa Klaim Tak Perlu Laporan Pertanggungjawaban, Akuntabilitas Hibah Rp3,4 M Kian Disorot
Polda Sulteng Berantas Tambang Emas Ilegal di Parimo, Tiga Lokasi Digerebek Sekaligus!
PKDN Sespimti Dikreg 35, Ajang Strategis Cetak Pemimpin Visioner Polri
Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang
Bupati Padang Pariaman Tekankan Kepemimpinan Tegas dan Berintegritas dalam Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Rabu, 15 April 2026 - 15:13 WITA

Buntunya Akses Informasi di Dinas PUPR Gowa, Hibah Rp3,4 M ke PDAM Kian Misterius

Rabu, 15 April 2026 - 06:45 WITA

PDAM Gowa Klaim Tak Perlu Laporan Pertanggungjawaban, Akuntabilitas Hibah Rp3,4 M Kian Disorot

Selasa, 14 April 2026 - 14:31 WITA

Polda Sulteng Berantas Tambang Emas Ilegal di Parimo, Tiga Lokasi Digerebek Sekaligus!

Senin, 13 April 2026 - 22:17 WITA

PKDN Sespimti Dikreg 35, Ajang Strategis Cetak Pemimpin Visioner Polri

Senin, 13 April 2026 - 21:23 WITA

Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WITA

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang

Senin, 13 April 2026 - 20:03 WITA

Bupati Padang Pariaman Tekankan Kepemimpinan Tegas dan Berintegritas dalam Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA