Menko Polkam Tekankan Sinergi Pemerintah dan Media untuk Jaga Stabilitas Bangsa
Jakarta, DNID.co.id —Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media massa untuk menjaga stabilitas serta memajukan bangsa.
Menko Djamari menyoroti maraknya penyebaran fitnah dan berita bohong yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menyatakan kolaborasi strategis dengan media sangat krusial untuk meluruskan informasi yang menyimpang.
“Jika kita bersinergi, akan lebih mudah membangun bangsa ini. Kita tidak boleh memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan ketahanan nasional melalui informasi negatif,” ujar Menko Djamari, Kamis (5/2/2026).
Meski menekankan persatuan, ia menjamin bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. Baginya, kritik adalah instrumen penting untuk evaluasi kinerja dan penguat demokrasi.
“Tidak ada negara yang runtuh karena kritik, justru banyak yang menjadi kuat karena berani mendengar. Kritik adalah bentuk kepedulian masyarakat agar kekuasaan tetap berjalan di koridor yang benar,” ucapnya.
Acara tersebut diapresiasi oleh sejumlah pemimpin redaksi media nasional yang hadir. Mereka sepakat bahwa komunikasi dua arah antara pemerintah dan pers adalah kunci untuk menjaga stabilitas politik serta keamanan nasional.
Pertemuan itu diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi rutin demi menciptakan ruang publik yang sehat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Menko Polkam Tekankan Sinergi Pemerintah dan Media untuk Jaga Stabilitas Bangsa
KAMIS, 5 FEBRUARI 2026
Jakarta, DNID.co.id --Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media massa untuk menjaga stabilitas serta memajukan bangsa.
Menko Djamari menyoroti maraknya penyebaran fitnah dan berita bohong yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menyatakan kolaborasi strategis dengan media sangat krusial untuk meluruskan informasi yang menyimpang.
"Jika kita bersinergi, akan lebih mudah membangun bangsa ini. Kita tidak boleh memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin melemahkan ketahanan nasional melalui informasi negatif," ujar Menko Djamari, Kamis (5/2/2026).
Meski menekankan persatuan, ia menjamin bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik. Baginya, kritik adalah instrumen penting untuk evaluasi kinerja dan penguat demokrasi.
"Tidak ada negara yang runtuh karena kritik, justru banyak yang menjadi kuat karena berani mendengar. Kritik adalah bentuk kepedulian masyarakat agar kekuasaan tetap berjalan di koridor yang benar," ucapnya.
Acara tersebut diapresiasi oleh sejumlah pemimpin redaksi media nasional yang hadir. Mereka sepakat bahwa komunikasi dua arah antara pemerintah dan pers adalah kunci untuk menjaga stabilitas politik serta keamanan nasional.
Pertemuan itu diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi rutin demi menciptakan ruang publik yang sehat.