Sosok Ardi Pendaki Meninggal di Jeneponto, Dikenang Tetangga: Tidak Pernah Telat ke Masjid
Almarhum Ardi Firmansyah. (Foto:IST)
DNID.co.id, MAKASSAR – Suasana haru menyelimuti rumah duka Ardi Firmansyah St (40). Sejak jenazah almarhum dibungkus kain kafan, air mata keluarga dan tetangga tak terbendung.
Kepergian pendaki asal Makassar yang meninggal di jalur Gunung Bulu Bialo, Jeneponto itu meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Pantaun di rumah duka, BTN Minasa Upa, Blok M 14, Nomor 18, Minggu (8/2/2026) sore, salah seorang warga yang turut mengurus jenazah menyebut jika Ardi dikenal sebagai sosok yang religius.
Kenangan itu muncul spontan sesaat setelah prosesi pengafanan selesai.
“Lebih baik dibawa ke masjid, nanti dijemput ambulans di sana baru dibawa ke kuburan. Karena semasa hidupnya, dia tidak pernah telat ke masjid,” ucap warga tersebut.
Namun momen paling mengiris hati terjadi sebelum keranda diangkat. Dua anak laki-laki Ardi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) memeluk jenazah ayahnya untuk terakhir kali.
Pelukan polos itu seakan menjadi salam perpisahan yang belum mereka pahami. Bahkan sesekali, kedua bocah itu hanya menatap jenazah ayahnya dengan pandangan kosong.
Saat keranda ditandu dan almarhum mulai meninggalkan rumah, kesedihan kembali pecah.
Tetangga korban, Ana, mengenang keseharian Ardi sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.
“Dia dekat sama anak-anak muda, sering nongkrong di sana, Mabes namanya,” ujar Ana sambil menunjuk sebuah tempat tak jauh dari rumah almarhum.
Ardi juga dikenal aktif dan tergabung dalam beberapa komunitas. Selain itu, ia merupakan karyawan swasta dan pernah mengemban amanah sebagai Ketua RT pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Ardi bukan hanya dikenal religius, tetapi juga berbakti kepada orang tua. Rumah orang tuanya tak jauh dari tempat tinggalnya.
“Setiap pagi dia pergi lihat mamanya. Dia selau pastikan kondisinya,” pungkas Ana
Kades Ujung Bulu Sambangi Rumah Duka
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur menyambangi rumah duka almarhum Ardi Firmansyah St (40) di BTN Minasa Upa, Blok M 14 Nomor 18 Kota Makassar, Sulsel, Minggu (8/2/2026) sore.
Kunjungan tersebut sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral atas peristiwa meninggalnya pendaki asal Kota Daeng itu di Gunung Bulu Bialo, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Jeneponto.
Mansyur datang bersama tim pengelola kawasan Bulu Bialo menggunakan tiga unit mobil. Di rumah duka, rombongan langsung menemui istri almarhum, Nurlia serta keluarga besar korban.
Dengan suasana haru, Mansyur menyampaikan permohonan maaf dan rasa duka yang mendalam.
“Mohon maaf Bu, secara pribadi saya merasa paling bertanggung jawab. Saya mewakili adik-adik semua menyampaikan prihatin,” ujar Mansyur dengan raut wajah sedih.
Ia menyampaikan, tim pengelola telah menghentikan aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Kami tutup sementara karena menghargai almarhum dan keluarga,” kata Mansyur.
“Kami juga bersyukur karena kejadian ini tidak ada apa-apa, seperti tindakan penganiayaan,” sambungnya.
Mansyur menjelaskan, jalur pendakian Bulu Bialo dirintis secara swadaya dan tidak bertujuan membahayakan pendaki.
“Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir,”lanjutnya.
Mansyur menyebutkan, terdapat satu jalur pendakian Bulu Bialo yang dikenal terjal dan menguras banyak tenaga.
Ardi Firmansyah sudah menaklukkan jalur tersebut, sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Di tanjakan Papposoang, Pos 3, medannya memang sangat menanjak,” tuturnya.
Sementara itu, tante almarhum, Mardiana, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pengelola yang telah membantu keponakannya saat kejadian.
“Siapapun yang menyarungi ponakanku waktu meninggal di atas gunung terima kasih banyak, saya tidak bisa balas kebaiknta semua,” ucapnya sambil bersimpuh di hadapan tim.
Sebelumnya diberitakan, Seorang pendaki gunung asal Kota Makassar dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Bulu Bialo, Agrowisata Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (7/2/2026).
Korban diketahui bernama Ardi Firmansyah St (40), warga BTN Minasa Upa, Makassar. Berdasarkan data registrasi di basecamp (BC), korban tiba di lokasi pendakian sekitar pukul 10.20 WITA bersama dua rekannya, Suryatman dan Arman.
Setelah melalui proses pengecekan logistik dan registrasi, rombongan mulai melakukan pendakian pada pukul 10.40 WITA. Namun, pendakian yang awalnya bertujuan untuk berwisata alam itu berujung duka.
Saat rombongan tiba di Pos 4, Ardi dilaporkan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Meski sempat mendapat pertolongan dari rekan-rekannya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur, membenarkan peristiwa tersebut setelah berkoordinasi dengan pihak basecamp dan rekan korban.
“Kata temannya, (penyebabnya) jantung. Kejadiannya saat mendaki, posisi almarhum baru sampai di Pos 4,” ujar Mansyur kepada DNID.co.id, Sabtu malam.
Mansyur menjelaskan, jalur pendakian Gunung Bulu Bialo umumnya memiliki lima pos pendakian sebelum mencapai puncak. Namun korban dinyatakan sudah tidak sadarkan diri sebelum menyelesaikan jalur tersebut.
Pihak desa bersama pengelola basecamp bergerak cepat melakukan koordinasi evakuasi jenazah serta pengamanan barang-barang milik korban.
“Anak-anak di BC (Basecamp) yang akan bawa motornya (milik korban),” tambah Mansyur.
Diketahui, almarhum Ardi Firmansyah baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 empat hari sebelum kejadian. Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Pengelola Pendakian Bulu Bialo dan Pemdes Ujung Bulu menutup sementara aktivitas pendakian Jalur Bulu Bialo demi evaluasi keselamatan pendaki di tengah cuaca yang tak menentu saat ini.
Ringkasan Data Kejadian:
Nama: Ardi Firmansyah St
Usia: 40 Tahun
Alamat: BTN Minasa Upa Blok M 14 No. 18, Makassar
Waktu Kejadian: Sabtu, 7 Februari 2026
Lokasi: Pos 4 Gunung Bulu Bialo, Agrowisata Bontolojong, Jeneponto
Rekan Pendaki: Suryatman dan Arman
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sosok Ardi Pendaki Meninggal di Jeneponto, Dikenang Tetangga: Tidak Pernah Telat ke Masjid
SENIN, 9 FEBRUARI 2026
DNID.co.id, MAKASSAR - Suasana haru menyelimuti rumah duka Ardi Firmansyah St (40). Sejak jenazah almarhum dibungkus kain kafan, air mata keluarga dan tetangga tak terbendung.
Kepergian pendaki asal Makassar yang meninggal di jalur Gunung Bulu Bialo, Jeneponto itu meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Pantaun di rumah duka, BTN Minasa Upa, Blok M 14, Nomor 18, Minggu (8/2/2026) sore, salah seorang warga yang turut mengurus jenazah menyebut jika Ardi dikenal sebagai sosok yang religius.
Kenangan itu muncul spontan sesaat setelah prosesi pengafanan selesai.
"Lebih baik dibawa ke masjid, nanti dijemput ambulans di sana baru dibawa ke kuburan. Karena semasa hidupnya, dia tidak pernah telat ke masjid," ucap warga tersebut.
Namun momen paling mengiris hati terjadi sebelum keranda diangkat. Dua anak laki-laki Ardi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) memeluk jenazah ayahnya untuk terakhir kali.
Pelukan polos itu seakan menjadi salam perpisahan yang belum mereka pahami. Bahkan sesekali, kedua bocah itu hanya menatap jenazah ayahnya dengan pandangan kosong.
Saat keranda ditandu dan almarhum mulai meninggalkan rumah, kesedihan kembali pecah.
Tetangga korban, Ana, mengenang keseharian Ardi sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul.
"Dia dekat sama anak-anak muda, sering nongkrong di sana, Mabes namanya," ujar Ana sambil menunjuk sebuah tempat tak jauh dari rumah almarhum.
Ardi juga dikenal aktif dan tergabung dalam beberapa komunitas. Selain itu, ia merupakan karyawan swasta dan pernah mengemban amanah sebagai Ketua RT pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Ardi bukan hanya dikenal religius, tetapi juga berbakti kepada orang tua. Rumah orang tuanya tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Setiap pagi dia pergi lihat mamanya. Dia selau pastikan kondisinya," pungkas Ana
Kades Ujung Bulu Sambangi Rumah Duka
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur menyambangi rumah duka almarhum Ardi Firmansyah St (40) di BTN Minasa Upa, Blok M 14 Nomor 18 Kota Makassar, Sulsel, Minggu (8/2/2026) sore.
Kunjungan tersebut sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral atas peristiwa meninggalnya pendaki asal Kota Daeng itu di Gunung Bulu Bialo, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Jeneponto.
Mansyur datang bersama tim pengelola kawasan Bulu Bialo menggunakan tiga unit mobil. Di rumah duka, rombongan langsung menemui istri almarhum, Nurlia serta keluarga besar korban.
Dengan suasana haru, Mansyur menyampaikan permohonan maaf dan rasa duka yang mendalam.
"Mohon maaf Bu, secara pribadi saya merasa paling bertanggung jawab. Saya mewakili adik-adik semua menyampaikan prihatin," ujar Mansyur dengan raut wajah sedih.
Ia menyampaikan, tim pengelola telah menghentikan aktivitas pendakian hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Kami tutup sementara karena menghargai almarhum dan keluarga," kata Mansyur.
"Kami juga bersyukur karena kejadian ini tidak ada apa-apa, seperti tindakan penganiayaan," sambungnya.
Mansyur menjelaskan, jalur pendakian Bulu Bialo dirintis secara swadaya dan tidak bertujuan membahayakan pendaki.
"Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir,"lanjutnya.
Mansyur menyebutkan, terdapat satu jalur pendakian Bulu Bialo yang dikenal terjal dan menguras banyak tenaga.
Ardi Firmansyah sudah menaklukkan jalur tersebut, sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Di tanjakan Papposoang, Pos 3, medannya memang sangat menanjak," tuturnya.
Sementara itu, tante almarhum, Mardiana, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pengelola yang telah membantu keponakannya saat kejadian.
"Siapapun yang menyarungi ponakanku waktu meninggal di atas gunung terima kasih banyak, saya tidak bisa balas kebaiknta semua," ucapnya sambil bersimpuh di hadapan tim.
Sebelumnya diberitakan, Seorang pendaki gunung asal Kota Makassar dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Bulu Bialo, Agrowisata Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (7/2/2026).
Korban diketahui bernama Ardi Firmansyah St (40), warga BTN Minasa Upa, Makassar. Berdasarkan data registrasi di basecamp (BC), korban tiba di lokasi pendakian sekitar pukul 10.20 WITA bersama dua rekannya, Suryatman dan Arman.
Setelah melalui proses pengecekan logistik dan registrasi, rombongan mulai melakukan pendakian pada pukul 10.40 WITA. Namun, pendakian yang awalnya bertujuan untuk berwisata alam itu berujung duka.
Saat rombongan tiba di Pos 4, Ardi dilaporkan tiba-tiba tidak sadarkan diri. Meski sempat mendapat pertolongan dari rekan-rekannya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur, membenarkan peristiwa tersebut setelah berkoordinasi dengan pihak basecamp dan rekan korban.
“Kata temannya, (penyebabnya) jantung. Kejadiannya saat mendaki, posisi almarhum baru sampai di Pos 4,” ujar Mansyur kepada DNID.co.id, Sabtu malam.
Mansyur menjelaskan, jalur pendakian Gunung Bulu Bialo umumnya memiliki lima pos pendakian sebelum mencapai puncak. Namun korban dinyatakan sudah tidak sadarkan diri sebelum menyelesaikan jalur tersebut.
Pihak desa bersama pengelola basecamp bergerak cepat melakukan koordinasi evakuasi jenazah serta pengamanan barang-barang milik korban.
“Anak-anak di BC (Basecamp) yang akan bawa motornya (milik korban),” tambah Mansyur.
Diketahui, almarhum Ardi Firmansyah baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 empat hari sebelum kejadian. Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Pengelola Pendakian Bulu Bialo dan Pemdes Ujung Bulu menutup sementara aktivitas pendakian Jalur Bulu Bialo demi evaluasi keselamatan pendaki di tengah cuaca yang tak menentu saat ini.
Ringkasan Data Kejadian:
Nama: Ardi Firmansyah St
Usia: 40 Tahun
Alamat: BTN Minasa Upa Blok M 14 No. 18, Makassar
Waktu Kejadian: Sabtu, 7 Februari 2026
Lokasi: Pos 4 Gunung Bulu Bialo, Agrowisata Bontolojong, Jeneponto