Solusi Stres Pekerja: Erick Thohir Terapkan 4 Hari Kerja bagi Pekerja

Berita Harian Jakarta, DNID.co.id – Kementerian BUMN kini menghadirkan inovasi dalam dunia kerja dengan menerapkan opsi kerja empat hari dalam sebulan.

Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi pegawai untuk memilih bekerja selama empat hari dalam satu minggu, maksimal dua kali dalam sebulan.

Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, sekaligus mengurangi tingkat stres di lingkungan kerja.

Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya langkah ini sebagai upaya mendukung kesehatan mental pekerja.

Menurut Erick, “Kebijakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan pegawai agar dapat bekerja lebih produktif tanpa harus mengorbankan keseimbangan hidup mereka.”

Langkah ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa 70% generasi muda menghadapi tantangan kesehatan mental, yang berdampak langsung pada produktivitas di tempat kerja.

Hasil survei internal Kementerian BUMN semakin mempertegas urgensi kebijakan ini. Survei tersebut mengungkap bahwa sebagian besar pegawai menginginkan waktu yang lebih fleksibel untuk dapat menjalani aktivitas di luar pekerjaan.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan pegawai dapat lebih fokus dalam pekerjaan sekaligus memiliki cukup waktu untuk mengelola kehidupan pribadi mereka.

Tidak hanya di lingkup Kementerian BUMN, rencana sistem kerja empat hari juga menjadi perhatian di Jakarta. Tedi Bharata, pejabat terkait, menyambut baik rencana tim transisi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menerapkan kebijakan serupa di ibu kota.

Ia menyebutkan bahwa langkah ini sangat relevan untuk mendukung kesejahteraan para pekerja di tengah tuntutan kerja yang semakin tinggi.

Implementasi kebijakan ini tidak hanya memberikan dampak positif pada produktivitas, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat kebahagiaan pekerja.

Keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern. Dengan inisiatif ini, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan sehat.

** Ton/Yustus

Simpan Gambar:

Selasa, 28 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Yustus

Editor: Admin

Sumber Berita: Redaksi Sulsel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah
Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?
Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum
Butuh Oralit Saat Puasa? Dokter: Cukup Air Putih Saja!
Menkes Soroti Kenaikan Kasus Siswa Berpikir Bunuh Diri, Butuh Upaya Pencegahan di Keluarga dan Sekolah
Berita ini 207 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:59 WITA

Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar

Senin, 13 April 2026 - 20:22 WITA

Pemkab Padang Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM ILP, Transformasi Layanan Terpadu Berbasis Komunitas

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Rabu, 1 April 2026 - 18:10 WITA

Pasien Sesak Napas Mengaku Diminta Pulang Ambil Rujukan, Pihak RS Akademis Membantah

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:24 WITA

Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:20 WITA

Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:25 WITA

Butuh Oralit Saat Puasa? Dokter: Cukup Air Putih Saja!

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:45 WITA

Menkes Soroti Kenaikan Kasus Siswa Berpikir Bunuh Diri, Butuh Upaya Pencegahan di Keluarga dan Sekolah

Berita Terbaru