Korban Asal Palembang Disekap, Diborgol dan Diancam Samurai di Mentok

Bangka Barat ,Dnid.co.id – Penyekapan keji disertai penganiayaan sadis mengguncang Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin pagi (4/8/2025). Hasan alias Ameng (37), warga Palembang, diseret paksa, diborgol hingga tangannya membiru, dipukul sampai telinga lebam, bahkan diancam sebilah samurai sepanjang 30 sentimeter.

Motif brutal ini kian mencengangkan: Yogi, salah satu pelaku, menuduh Hasan menjelekkan namanya kepada sang istri. “Saya bahkan tidak kenal istrinya,” ungkap Hasan lirih usai melapor ke Polres Bangka Barat, didampingi Jejaring Media KBO Babel dan Tim BN16 Bangka.

Hasan menceritakan, ia diciduk paksa dari rumahnya lalu dibawa ke kontrakan di kawasan Keranggan. Di sana, penyekapan berlangsung di hadapan istri Yogi. Fakta mengejutkan pun terungkap: sang istri menyatakan tidak mengenal Hasan. “Setelah itu borgol saya dilepas,” kata Hasan sambil menunjukkan luka lebam di tangan dan telinganya.

Ironisnya, Yogi masih sempat mengintimidasi korban. “Jangan lapor polisi. Saya punya banyak kenalan di Restik,” ancamnya, mengisyaratkan dugaan perlindungan dari oknum aparat.

Kasus ini langsung direspons Polres Bangka Barat. “Kami sudah menerima laporan dan penyelidikan sedang berjalan. Kami imbau masyarakat untuk membantu memberikan informasi,” tegas seorang petugas kepolisian.

Tindakan para pelaku berpotensi dijerat pasal berlapis KUHP: Pasal 333 tentang penyekapan, Pasal 351 tentang penganiayaan, Pasal 335 tentang pengancaman, hingga Pasal 221 jika terbukti menghalangi pelaporan. Ancaman hukumannya mencapai delapan tahun penjara.

Masyarakat kini menyoroti keseriusan polisi menuntaskan kasus ini tanpa kompromi. Aksi main hakim sendiri yang mencederai rasa keadilan dinilai harus diakhiri dengan penegakan hukum tegas dan transparan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 5 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID.CO.ID BABEL

Sumber Berita: Jejaring KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA