Kibarkan Semangat Tanpa Batas, Anak Veteran Serbu Jalan Bagikan Bendera Merah Putih
Pangkalpinang ,Dnid.co.id — Suasana jalanan Kota Pangkalpinang mendadak memerah ketika puluhan anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bangka Belitung membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat. Aksi ini bukan sekadar bagi-bagi simbol negara, melainkan sebuah seruan moral untuk kembali menghargai darah, air mata, dan nyawa yang tumpah demi kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia serta memperingati Hari Veteran Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2025. Bertema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa,” aksi ini digelar di beberapa titik strategis Kota Pangkalpinang, dimulai dari simpang empat lampu merah Ramayana, Jalan Jenderal Sudirman.
“Kami ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tetapi warisan berdarah-darah,” tegas Ketua PPM Babel, Sapta Qodria Muafi, S.H., M.H., saat ditemui di sela pembagian bendera.
Sapta: Jangan Hina Perjuangan dengan Kemalasan
Didampingi Sekretaris Sujoko Budiadi, S.E. dan Wakil Ketua Bona Tambunan, S.E., Sapta menegaskan bahwa masyarakat—terutama generasi muda—tidak boleh lengah dan terlena menikmati kemerdekaan tanpa makna. Ia menyerukan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata, bukan justru merusaknya dengan tindakan yang bertentangan dengan cita-cita bangsa.
“Orang tua kami, para veteran, rela mati demi bendera ini. Masa kita yang hidup tak bisa jaga dan hormati?” ujar Sapta lantang, menggugah semangat nasionalisme para pengguna jalan.
Ia menambahkan, PPM sebagai organisasi anak keturunan langsung para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air.
“Kegiatan ini bukan hanya simbolis. Ini pengingat keras bahwa kemerdekaan tidak gratis,” kata Sapta lagi, sambil membagikan bendera kepada pengendara yang lewat.
PPM: Veteran Tak Pernah Pensiun Berjuang
Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) dikenal sebagai wadah anak cucu veteran pejuang yang telah lama berdiri dan aktif menyuarakan semangat kebangsaan. Dengan kegiatan ini, PPM ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam, meskipun zaman telah berubah.
“Veteran mungkin menua, tapi semangat juangnya tetap hidup dalam darah kami,” ujar Sujoko Budiadi menambahkan.
Merah Putih Harus Berkibar di Hati, Bukan Hanya Tiang
Bagi PPM Babel, bendera bukan sekadar kain. Ia adalah simbol kedaulatan, pengorbanan, dan harga diri bangsa. Karena itu, pembagian bendera tidak dilakukan dengan asal, melainkan dengan ungkapan semangat dan ajakan untuk kembali merawat nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme.
PPM berharap aksi ini akan menginspirasi warga Pangkalpinang dan masyarakat Bangka Belitung pada umumnya untuk mengibarkan Merah Putih di rumah masing-masing, di hati masing-masing, dan dalam tindakan nyata membangun negeri.
Kesimpulan:
Dengan aksi sederhana namun sarat makna ini, PPM Babel kembali menghidupkan ruh perjuangan kemerdekaan. Mereka menolak lupa. Mereka menolak diam. Di bawah terik matahari dan bising klakson jalanan, anak cucu veteran ini mengirim pesan keras: “Jangan pernah khianati darah para pahlawan.”
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kibarkan Semangat Tanpa Batas, Anak Veteran Serbu Jalan Bagikan Bendera Merah Putih
JUMAT, 8 AGUSTUS 2025
Pangkalpinang ,Dnid.co.id — Suasana jalanan Kota Pangkalpinang mendadak memerah ketika puluhan anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bangka Belitung membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat. Aksi ini bukan sekadar bagi-bagi simbol negara, melainkan sebuah seruan moral untuk kembali menghargai darah, air mata, dan nyawa yang tumpah demi kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia serta memperingati Hari Veteran Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2025. Bertema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa,” aksi ini digelar di beberapa titik strategis Kota Pangkalpinang, dimulai dari simpang empat lampu merah Ramayana, Jalan Jenderal Sudirman.
"Kami ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tetapi warisan berdarah-darah," tegas Ketua PPM Babel, Sapta Qodria Muafi, S.H., M.H., saat ditemui di sela pembagian bendera.
Sapta: Jangan Hina Perjuangan dengan Kemalasan
Didampingi Sekretaris Sujoko Budiadi, S.E. dan Wakil Ketua Bona Tambunan, S.E., Sapta menegaskan bahwa masyarakat—terutama generasi muda—tidak boleh lengah dan terlena menikmati kemerdekaan tanpa makna. Ia menyerukan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata, bukan justru merusaknya dengan tindakan yang bertentangan dengan cita-cita bangsa.
“Orang tua kami, para veteran, rela mati demi bendera ini. Masa kita yang hidup tak bisa jaga dan hormati?” ujar Sapta lantang, menggugah semangat nasionalisme para pengguna jalan.
Ia menambahkan, PPM sebagai organisasi anak keturunan langsung para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air.
"Kegiatan ini bukan hanya simbolis. Ini pengingat keras bahwa kemerdekaan tidak gratis," kata Sapta lagi, sambil membagikan bendera kepada pengendara yang lewat.
PPM: Veteran Tak Pernah Pensiun Berjuang
Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) dikenal sebagai wadah anak cucu veteran pejuang yang telah lama berdiri dan aktif menyuarakan semangat kebangsaan. Dengan kegiatan ini, PPM ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam, meskipun zaman telah berubah.
"Veteran mungkin menua, tapi semangat juangnya tetap hidup dalam darah kami," ujar Sujoko Budiadi menambahkan.
Merah Putih Harus Berkibar di Hati, Bukan Hanya Tiang
Bagi PPM Babel, bendera bukan sekadar kain. Ia adalah simbol kedaulatan, pengorbanan, dan harga diri bangsa. Karena itu, pembagian bendera tidak dilakukan dengan asal, melainkan dengan ungkapan semangat dan ajakan untuk kembali merawat nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme.
PPM berharap aksi ini akan menginspirasi warga Pangkalpinang dan masyarakat Bangka Belitung pada umumnya untuk mengibarkan Merah Putih di rumah masing-masing, di hati masing-masing, dan dalam tindakan nyata membangun negeri.
Kesimpulan:
Dengan aksi sederhana namun sarat makna ini, PPM Babel kembali menghidupkan ruh perjuangan kemerdekaan. Mereka menolak lupa. Mereka menolak diam. Di bawah terik matahari dan bising klakson jalanan, anak cucu veteran ini mengirim pesan keras: "Jangan pernah khianati darah para pahlawan."
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.