Razia Tengah Malam, Polisi Militer Pastikan Prajurit TNI Taat Aturan
BONE, DNID.co.id – Sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Bone pada Kamis malam (18/9/2025) mendadak di razia aparat Polisi Militer Denpom XIV/1.
Dengan dipimpin Kapten Cpm Abraham Latuihamallo, 12 personel Denpom XIV/1 bergerak sejak pukul 22.30 WITA menyasar lima titik kafe yang cukup dikenal di Bone. Cafe Raja, Mitasari, Tropicana, Boulevard, dan Win-Win.
Rangkaian operasi berlangsung hanya sekitar satu jam. Usai apel kesiapan di markas Denpom, tim menyisir kafe demi kafe hingga akhirnya kembali ke markas pada pukul 23.37 WITA.
Setiap sudut kafe diperiksa, memastikan tidak ada prajurit yang melanggar aturan dengan berada di lokasi hiburan malam.
Hasilnya? Nihil. Tidak ada prajurit TNI AD maupun ASN TNI yang ditemukan.
“Ini kabar baik. Artinya, kesadaran personel makin tinggi untuk menjauhi tempat yang dilarang,” tegas Kapten Abraham usai evaluasi.
Kapten Cpm Abraham menegaskan, razia ini dilakukan untuk memastikan tidak ada prajurit yang melanggar aturan.
“Alhamdulillah hasilnya nihil, tidak ada anggota yang terjaring. Ini menandakan kesadaran prajurit semakin tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, operasi semacam ini bukan yang terakhir. Polisi Militer berkomitmen terus melakukan patroli dan razia berkala demi menegakkan disiplin prajurit.
“Ops Gaktib ini sifatnya rutin dan berkesinambungan. Tujuan utamanya adalah pencegahan, bukan sekadar penindakan,” tambahnya.
Salah seorang warga yang sedang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut melihat iring-iringan kendaraan Polisi Militer berhenti di depan kafe.
“Kaget saya, kukira ada keributan. Ternyata Polisi Militer razia cari anggota TNI yang masuk kafe,” ujar Ahmad, warga Jl. Cokro Aminoto.
Pengunjung lain, seorang mahasiswa yang sedang nongkrong bersama temannya, mengatakan razia itu membuat suasana kafe sejenak hening.
“Awalnya tegang, semua orang diam. Tapi begitu jelas tujuannya, ya sudah, malah kami senang karena ternyata disiplin prajurit TNI dicek secara ketat,” katanya.
Seluruh rangkaian operasi berakhir pada pukul 23.40 WITA tanpa insiden. Warga yang sempat menyaksikan razia menyebut kegiatan itu sebagai langkah positif.
“Bagus mi, supaya TNI tetap dihormati dan tidak sembarang masuk tempat hiburan,” tambah Rahma, salah satu pengunjung kafe.
Razia malam itu berjalan aman, tertib, dan tanpa perlawanan. Bagi masyarakat Bone, pemandangan aparat Polisi Militer menyisir kafe malam menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga wibawa institusi dan ketertiban anggotanya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Razia Tengah Malam, Polisi Militer Pastikan Prajurit TNI Taat Aturan
JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025
BONE, DNID.co.id – Sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Bone pada Kamis malam (18/9/2025) mendadak di razia aparat Polisi Militer Denpom XIV/1.
Razia yang berlangsung cepat itu merupakan bagian dari Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dengan sandi “Waspada Wira Badik” Triwulan III Tahun Anggaran 2025.
Dengan dipimpin Kapten Cpm Abraham Latuihamallo, 12 personel Denpom XIV/1 bergerak sejak pukul 22.30 WITA menyasar lima titik kafe yang cukup dikenal di Bone. Cafe Raja, Mitasari, Tropicana, Boulevard, dan Win-Win.
Rangkaian operasi berlangsung hanya sekitar satu jam. Usai apel kesiapan di markas Denpom, tim menyisir kafe demi kafe hingga akhirnya kembali ke markas pada pukul 23.37 WITA.
Setiap sudut kafe diperiksa, memastikan tidak ada prajurit yang melanggar aturan dengan berada di lokasi hiburan malam.
Hasilnya? Nihil. Tidak ada prajurit TNI AD maupun ASN TNI yang ditemukan.
“Ini kabar baik. Artinya, kesadaran personel makin tinggi untuk menjauhi tempat yang dilarang,” tegas Kapten Abraham usai evaluasi.
Kapten Cpm Abraham menegaskan, razia ini dilakukan untuk memastikan tidak ada prajurit yang melanggar aturan.
“Alhamdulillah hasilnya nihil, tidak ada anggota yang terjaring. Ini menandakan kesadaran prajurit semakin tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, operasi semacam ini bukan yang terakhir. Polisi Militer berkomitmen terus melakukan patroli dan razia berkala demi menegakkan disiplin prajurit.
“Ops Gaktib ini sifatnya rutin dan berkesinambungan. Tujuan utamanya adalah pencegahan, bukan sekadar penindakan,” tambahnya.
Salah seorang warga yang sedang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut melihat iring-iringan kendaraan Polisi Militer berhenti di depan kafe.
“Kaget saya, kukira ada keributan. Ternyata Polisi Militer razia cari anggota TNI yang masuk kafe,” ujar Ahmad, warga Jl. Cokro Aminoto.
Pengunjung lain, seorang mahasiswa yang sedang nongkrong bersama temannya, mengatakan razia itu membuat suasana kafe sejenak hening.
“Awalnya tegang, semua orang diam. Tapi begitu jelas tujuannya, ya sudah, malah kami senang karena ternyata disiplin prajurit TNI dicek secara ketat,” katanya.
Seluruh rangkaian operasi berakhir pada pukul 23.40 WITA tanpa insiden. Warga yang sempat menyaksikan razia menyebut kegiatan itu sebagai langkah positif.
“Bagus mi, supaya TNI tetap dihormati dan tidak sembarang masuk tempat hiburan,” tambah Rahma, salah satu pengunjung kafe.
Razia malam itu berjalan aman, tertib, dan tanpa perlawanan. Bagi masyarakat Bone, pemandangan aparat Polisi Militer menyisir kafe malam menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga wibawa institusi dan ketertiban anggotanya.