KPT Desak Kejati Sulsel Evaluasi Penanganan Kasus Pupuk Rp6 Miliar di Jeneponto

DNID.CO.ID-MAKASSAR- Koalisi Pemuda Turatea (KPT) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Rabu (24/12/2025).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan agar Kejati Sulsel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan dugaan kasus korupsi Pupuk bersubsidi di Kabupaten Jeneponto.

Pantauan di lokasi, massa aksi membentangkan spanduk panjang disertai pembakaran ban di depan gerbang kantor Kejati Sulsel. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.

Jenderal Lapangan aksi, Agung Setiawan, dalam orasinya menyoroti dugaan korupsi pupuk bersubsidi senilai sekitar Rp6 miliar yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan hukum.

“Kasus ini bukan sekadar persoalan angka dan laporan keuangan semata. Di baliknya terdapat penderitaan petani, rusaknya kepercayaan publik, serta nasib seorang warga negara bernama Ibu Amrina, yang hingga kini masih mencari keadilan yang seharusnya dijamin oleh hukum,” tegas Agung di hadapan massa.

Agung menegaskan, pupuk bersubsidi merupakan hak petani kecil dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Ketika anggaran sebesar itu diselewengkan, kata dia, yang dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan petani dan ketahanan pangan rakyat.

“Oleh karena itu, kasus ini tidak boleh ditangani setengah hati, apalagi dibiarkan menguap tanpa kejelasan seperti yang dialami warga Jeneponto beberapa bulan lalu,” tambahnya.

KPT juga menyoroti posisi Ibu Amrina yang disebut berada di pusaran perkara sebagai pihak yang terdampak langsung. Namun, menurut KPT, proses hukum yang berjalan justru menimbulkan banyak pertanyaan.

Mereka mempertanyakan apakah penegakan hukum benar-benar berjalan adil atau justru melemahkan pihak yang paling rentan.

“Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” ujar Agung.

Dalam tuntutannya, KPT mendesak aparat penegak hukum agar bekerja secara transparan, profesional, dan berkeadilan dalam mengusut kasus tersebut.

“Pengawalan terhadap kasus ini adalah bentuk kepedulian dan kontrol demokratis. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa pun yang bertanggung jawab tanpa pandang jabatan atau kekuasaan. Fakta harus dibuka seterang-terangnya, dan setiap keputusan hukum harus berpihak pada kebenaran,” lanjutnya.

KPT menegaskan, kasus yang menimpa Ibu Amrina telah menjadi simbol perjuangan keadilan bagi masyarakat kecil.

“Keadilan untuk Ibu Amrina adalah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Jika satu orang saja dikorbankan demi melindungi kepentingan tertentu, maka keadilan itu sesungguhnya telah gagal. Karena itu, kami akan terus mengawal kasus ini hingga kejelasan hukum benar-benar ditegakkan dan keadilan tidak lagi menjadi janji kosong,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Sulsel terkait tuntutan massa aksi tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 24 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Alam

Editor: Daeng Sunu

Sumber Berita: Rilis Berita

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA