Hanya karena Berita, Oknum Penyidik Polsek Tamalate Diduga Anggap Wartawan “Mental Cemen”

Makassar, dnid.co.id — Kebebasan pers kembali menjadi sorotan setelah seorang oknum penyidik Polsek Tamalate diduga melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan, hanya karena sebuah kasus hukum diberitakan media.

Pernyataan tersebut terungkap dari pengakuan pelapor berinisial M (19), korban dalam kasus dugaan percobaan pembakaran sepeda motor di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. M mengaku mendengar langsung ucapan oknum penyidik berinisial S yang menyinggung wartawan usai kasusnya dimuat di media online.

Menurut M, penyidik tersebut menunjukkan sikap emosional dan mempertanyakan alasan kasus itu diberitakan. Dalam situasi tersebut, oknum penyidik diduga menyebut wartawan yang menaikkan berita sebagai “mental cemen”.

“Dia bilang wartawan yang kasi naik berita itu mental cemen. Katanya, ‘mental cemen ini yang kasi naik berita, panggil kesini kalau berani’,” ujar M menirukan ucapan penyidik.

Pernyataan itu dinilai tidak hanya menekan pelapor, tetapi juga berpotensi mencederai marwah dan independensi pers, yang secara hukum dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam UU Pers, disebutkan bahwa pers memiliki fungsi informasi, kontrol sosial, serta dijamin kemerdekaannya dari segala bentuk tekanan dan intimidasi. Sikap aparat penegak hukum yang diduga merendahkan atau mengintimidasi wartawan karena pemberitaan dinilai bertentangan dengan prinsip tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dito, wartawan DNID yang menulis berita dimaksud, menegaskan bahwa redaksi telah menjalankan prinsip konfirmasi dan keberimbangan sesuai dengan Undang-Undang Pers.

“Upaya konfirmasi sebenarnya sudah kami lakukan. Pertama, kami menghubungi penyidiknya, tapi pesan dan telepon kami tidak pernah direspons. Kedua, kami menghubungi Kapolsek, namun justru diarahkan untuk konfirmasi ke Kanit Reskrim. Kami hubungi Kanitreskrim, tapi permintaan konfirmasi kami tidak direspon. Jadi dalam konteks ini, sebenarnya siapa yang cemen?” ujar Dito.

Ia menilai, tudingan terhadap wartawan sebagai “mental cemen” justru bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya, di mana wartawan telah berupaya maksimal melakukan konfirmasi sebelum berita diterbitkan.

Menurut Dito, sikap tidak responsif dari aparat justru memperlihatkan minimnya keterbukaan terhadap kerja jurnalistik, padahal pers bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan bekerja berdasarkan fakta dan kode etik. Kalau ada keberatan terhadap isi berita, mekanismenya jelas: hak jawab, bukan intimidasi atau perendahan profesi. Dan, sampai saat ini yang bersangkutan sama sekali belum menghubungi saya untuk meminta hak jawab” tegasnya.

Redaksi DNID menegaskan tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak kepolisian terkait, guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kami kepada oknum penyidik S kembali belum direspon.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 7 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dg.Sunu

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Pelapor dan Wartawan DNID

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA