HPMT Kecam Keras Dugaan Tindakan Represif Polres Jeneponto, Dinilai Cederai Demokrasi dan Hak Sipil

Ketua PB HPMT Fahri Nurhidayat. (Foto:Ist)

Ketua PB HPMT Fahri Nurhidayat. (Foto:Ist)

DNID.CO.ID-JENENPONTO- Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT), yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Rakyat Turatea Keramat (Gertak), menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif yang diduga dilakukan oleh personel Polres Jeneponto terhadap massa aksi di depan Mapolres Jeneponto.

Diketahui, puluhan massa yang tergabung dalam GERTAK menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Jeneponto pada Selasa (27/1/2026). Dalam aksi tersebut, sempat terjadi gesekan dan saling dorong antara massa aksi dengan personel Polres Jeneponto.

Koalisi GERTAK lakukan aksi di depan Mapolres Jeneponto. (Foto:Ist)

Ketua Umum PB HPMT, Fahri Nurhidayat, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya menjadi salah satu korban langsung dalam insiden tersebut. Fahri menilai tindakan aparat berlangsung secara berlebihan, tidak proporsional, dan bertentangan dengan prinsip pengamanan yang humanis serta nilai-nilai demokrasi.

“Aksi yang kami lakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi rakyat yang sah dan dijamin oleh konstitusi. Namun, respons aparat justru mencerminkan sikap represif yang berpotensi membungkam kebebasan berekspresi dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ucap Fahri dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya melukai peserta aksi secara fisik dan psikis, tetapi juga mencederai prinsip hak asasi manusia serta supremasi hukum.

Aparat kepolisian, kata Fahri, seharusnya menjalankan peran sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan menjadi pihak yang melakukan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kritik dan tuntutan.

(Tangkapan layar aksi saling dorong antara massa aksi GERTAK dengan personel Polres Jeneponto) 

Atas peristiwa ini, HPMT mendesak:
1. Kapolres Jeneponto untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel yang terlibat.
2. Divisi Propam Polda Sulawesi Selatan untuk mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
3. Institusi kepolisian untuk menghentikan praktik-praktik represif dalam penanganan aksi massa dan menjamin perlindungan hak demokratis warga negara.

Fahri menegaskan bahwa tindakan represif tidak akan menghentikan perjuangan mahasiswa dan rakyat dalam menyuarakan keadilan.

“Represif tidak akan membungkam suara rakyat. Kami akan terus berdiri di garis perjuangan untuk memastikan hak-hak demokratis tetap terjaga,” tutup Fahri.

Simpan Gambar:

Rabu, 28 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Alam

Editor: Daeng Sunu

Sumber Berita: Siaran Pers HPMT

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tawuran Kelompok Geng Motor di Rappocini Makassar, Polisi Amankan Panah Busur dan Magazen Air Softgun
Tawuran Diduga Geng Motor di Panakkukang Makassar, Polisi Amankan 7 Orang
Buser Naga Bekuk Pelaku Pencurian Alpukat, Tiga Pelaku Lain Masih Diburu
Buser Naga Ringkus Residivis Muda Bobol Sembilan Rumah
Drama Evakuasi WNA Amerika Pecah Tengah Laut
Viral Dugaan Pemerasan Oknum Polisi, Ini Klarifikasi Kasat Narkoba Polres Barru
Polres Bangka Barat Warning Penambang Laut Ilegal
Keberadaan Satgas Dipertanyakan Setelah Dugaan Pelepasan Barang Bukti Mencuat Luas.
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 11:10 WITA

Tawuran Kelompok Geng Motor di Rappocini Makassar, Polisi Amankan Panah Busur dan Magazen Air Softgun

Senin, 11 Mei 2026 - 11:03 WITA

Tawuran Diduga Geng Motor di Panakkukang Makassar, Polisi Amankan 7 Orang

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:10 WITA

Buser Naga Ringkus Residivis Muda Bobol Sembilan Rumah

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:40 WITA

Drama Evakuasi WNA Amerika Pecah Tengah Laut

Minggu, 10 Mei 2026 - 00:04 WITA

Viral Dugaan Pemerasan Oknum Polisi, Ini Klarifikasi Kasat Narkoba Polres Barru

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:00 WITA

Polres Bangka Barat Warning Penambang Laut Ilegal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:28 WITA

Keberadaan Satgas Dipertanyakan Setelah Dugaan Pelepasan Barang Bukti Mencuat Luas.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:46 WITA

Selidiki Kasus Pencurian HP, Tim Pegasus Jeneponto Malah Ciduk Wanita Simpan Sabu di Bawah Jok Mobil

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Tawuran Diduga Geng Motor di Panakkukang Makassar, Polisi Amankan 7 Orang

Senin, 11 Mei 2026 - 11:03 WITA